Kamis, 09 September 2010
 
  Sosok
[ Rabu, 03 Februari 2010 ]
Jusuf Kalla Populerkan Donor Darah
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla prihatin masih sedikit orang yang mendermakan darah karena keinginannya sendiri. Mayoritas penderma darah merupakan donor pengganti. Mereka baru donor ketika keluarga atau rekannya membutuhkan darah, sementara PMI tidak memiliki persediaan yang sesuai untuk pasien.

''Saat ini baru 500 ribuan orang yang melakukan donor darah secara sukarela setiap tiga bulan," ungkapnya dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin (2/2).

Padahal, orang yang rajin mendermakan da­rahnya memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit yang disebabkan ke­kentalan darah, misalnya, stroke dan jan­tung koroner. ''Jadi, orang yang membutuhkan darah maupun yang menyumbangkan darah, dua-duanya sehat," ujar man­tan Wapres itu.

Karena itu, PMI akan menggiatkan kam­panye melalui penayangan film pen­dek tentang kebutuhan donor su­karela di bioskop-bioskop dan televisi. Kalla me­nuturkan, PMI memang tidak mem­berikan imbalan untuk setiap kan­tong darah yang didermakan. Se­bab, PMI bukan lembaga penjual darah yang mengambil untung dari setiap kantong darah yang digunakan pasien. ''Bukankah pa­ha­la akan berkurang kalau kita mengharapkan mendapat­kan sesuatu dari setiap per­buatan baik?" (noe/oki)