[ Rabu, 03 Februari 2010 ]
Jusuf Kalla Populerkan Donor Darah
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla prihatin masih sedikit orang yang mendermakan darah karena keinginannya sendiri. Mayoritas penderma darah merupakan donor pengganti. Mereka baru donor ketika keluarga atau rekannya membutuhkan darah, sementara PMI tidak memiliki persediaan yang sesuai untuk pasien.
''Saat ini baru 500 ribuan orang yang melakukan donor darah secara sukarela setiap tiga bulan," ungkapnya dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin (2/2).
Padahal, orang yang rajin mendermakan darahnya memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit yang disebabkan kekentalan darah, misalnya, stroke dan jantung koroner. ''Jadi, orang yang membutuhkan darah maupun yang menyumbangkan darah, dua-duanya sehat," ujar mantan Wapres itu.
Karena itu, PMI akan menggiatkan kampanye melalui penayangan film pendek tentang kebutuhan donor sukarela di bioskop-bioskop dan televisi. Kalla menuturkan, PMI memang tidak memberikan imbalan untuk setiap kantong darah yang didermakan. Sebab, PMI bukan lembaga penjual darah yang mengambil untung dari setiap kantong darah yang digunakan pasien. ''Bukankah pahala akan berkurang kalau kita mengharapkan mendapatkan sesuatu dari setiap perbuatan baik?" (noe/oki)