Senin, 06 September 2010
 
  Sosok
[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Agung Laksono Tak Bisa Bahasa Sunda
MENGAKU berasal dari tanah Sunda, atau tepatnya Cirebon, bukan berarti Menko Kesra Agung Laksono lancar berbahasa Sunda. Nyatanya, pria bernama lengkap H R. Agung Laksono itu tidak bisa berbicara bahasa Sunda sama sekali.

''Saya ini aneh. Orang Sunda asli Cirebon, tapi tak bisa bahasa Sunda,'' ujar Agung saat berkunjung ke Kecamatan Jatinangor, Sumedang, pekan lalu.

Agung memang lahir di Semarang pada 23 Maret 1949. Tetapi, salah satu orang tuanya dari Cirebon. Mantan ketua DPR RI itu menghabiskan sebagian masa kecilnya di tanah asal orang tuanya. Misalnya, dia menyelesaikan sekolah dasar (SD) di Cirebon hingga lulus pada 1961 sebelum melanjutkan SMP ke Perguruan Cikini, Jakarta. Di sela berbagai kesibukannya, kini dia menjabat Dewan Penasihat Badan Musyawarah Masyarakat (Bammus) Sunda.

Ketika baru tiba di kantor kecamatan, mantan Menpora ini mengaku sangat tertarik dengan bunyi rebab yang dimainkan saat penyambutan dirinya. Menurut Agung, bunyi rebab itu sangat tajam. Setiap bentuk rebab menghasilkan bunyi tersendiri. ''Bunyinya ada Sunda kental, ada China, Jepang juga ada. Ada campuran budaya yang sangat menarik,'' kata Agung.

Kendati tak dapat berbahasa Sunda, wakil ketua DPP Partai Golkar itu berharap kesenian Sumedang dan Sunda dapat menjadi sumber devisa bagi negara. Dia membandingkan di India yang filmnya menjadi penghasil devisa terbesar keempat. ''Saya rasa orang Sumedang suka film India. Tapi, bagaimana caranya, film Sumedang disukai orang India,'' tandas bapak tiga anak itu. (cdl/dwi)