Senin, 06 September 2010
 
   Radar Banyuwangi
[ Minggu, 07 Februari 2010 ]
Disambar Petir, Rumah Terbakar
BANYUWANGI-Hujan deras yang disertai petir memakan korban. Rumah sederhana milik pasangan Nur Sidiq, 50, dan Rusiyati, 45, di Kampung Gedangan, Dusun Krajan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, ludes terbakar kemarin sore (6/2).

Api yang telah menghanguskan bangunan rumah beserta isi dan perabotannya itu diduga berasal dari korsleting listrik karena disambar petir. "Saat turun hujan deras, ada suara petir yang sangat keras. Petir itu yang menyambar rumah ini hingga terbakar," tutur Rusiyati.

Saat kebakaran terjadi, rumah milik keluarga miskin (gakin) itu sedang kosong. Rusiyati kebetulan sedang membantu salah satu tetangganya yang sedang punya hajat. Tiga putrinya yang masih sekolah SD, membungkus kerupuk di rumah tetangganya. "Suami saya bekerja di Rogojampi, sampai sekarang ini malah belum tahu," katanya kepada koran ini kemarin sore.

Kebakaran yang menimpa rumah Sidiq itu terjadi pukul 13.30. Kali pertama yang tahu ada kebakaran adalah beberapa anak kecil yang baru pulang sekolah. "Anak sekolah berteriak-teriak ada kebakaran," tutur Rusiyati dengan mata berkaca-kaca.

Teriakan beberapa bocah itu membuat kampung yang berpenduduk padat tersebut heboh. Puluhan warga keluar rumah dan membantu memadamkan api yang mulai membakar rumah bagian atas. "Saya dan warga datang, apinya sudah besar sekali," katanya.

Menurut ibu empat putra itu, api yang membakar rumahnya telah menghanguskan seisi rumah. Perabotan, seperti lemari, radio, perlengkapan dapur, tempat tidur, dan kasur, hangus. Pakaian di lemari juga habis terbakar. "Seragam sekolah anak-anak dan buku sekolah juga ikut terbakar," sebutnya.

Rusiyati mengaku, belum tahu jumlah kerugian akibat rumahnya terbakar itu. Hanya saja, bangunan rumah yang terbuat dari gedeg (anyaman bambu, Red) itu sudah tidak bisa dihuni lagi. "Yang tahu bapaknya anak-anak (suaminya, Red). Orangnya belum pulang," cetusnya.

Rusiyati mengaku belum tahu akan tinggal di mana setelah rumahnya terbakar. Bila tidak menumpang di rumah tetangga, keluarganya akan tetap bertahan di rumahnya yang sebagian besar sudah ludes itu. "Saya juga belum tahu akan tidur di mana, mungkin di rumah ini saja," selorohnya.

Pantauan koran ini menyebutkan, rumah milik pasangan Sidiq dan Rusiyati yang terbakar itu sangat sederhana. Di rumah itu, semua dindingnya terbuat dari gedeg. Lantainya belum disemen alias tanah. Bangunan rumahnya terbakar di bagian depan hingga ruang tengah, sedangkan samping yang digunakan untuk dapur terlihat masih utuh. "Tapi banyak genting yang rontok karena ikut terbakar," bebernya.

Kepala Desa Temuguruh Ahmad Sunhaji saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, rumah yang terbakar itu milik warganya yang termasuk gakin. "Desa akan membantu dalam perbaikan. Nanti kita juga akan minta kepada warga untuk membantu memperbaikinya," janjinya. (abi/irw)