[ Minggu, 07 Februari 2010 ]
Mesum, Siswi SMP Digaruk
SITUBONDO-Meski sudah diobrak, praktik mesum di perbukitan Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, masih terus berlangsung. Kemarin (6/2), aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Situbondo kembali memergoki tiga pasangan muda yang sedang mojok di kawasan tersebut. Tanpa bisa berkutik, ketiga pasangan itu langsung digiring ke kantor Satpol PP. Mereka menjalani pendataan dan pembinaan.
Dari tiga pasangan yang digaruk itu, di antaranya berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa. Bahkan, seorang siswi sebuah SMAN di Situbondo masih lengkap mengenakan seragam Pramuka. Itu artinya, sang siswi tak sempat pulang sebelum beranjak ke perbukitan jalan tembus untuk berpacaran. Ironisnya, dari beberapa pasangan yang berstatus pelajar itu, juga ada seorang siswi kelas satu sebuah SMP di Kecamatan Mangaran.
Tragisnya lagi, pasangan si siswi SMP yang berinisial HR itu sudah berstatus suami. Pria beristri itu sudah berumur 31 tahun dan tercatat sebagai karyawan sebuah koperasi simpan-pinjam. "Saya tidak tahu kalau adik saya mau dibawa ke sana (Jalan Tembus, Red). Tadi pamitnya mau belanja ke toko," tutur seorang wanita yang mengaku kakak siswi SMP tersebut.
Selain pelajar, pasangan mesra yang digaruk di Jalan Tembus itu juga ada seorang karyawati sebuah toko di Situbondo. Dia tepergok berduaan dengan seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Jember. "Kami tidak mesum, Pak. Kami berdua di sana dalam rangka mau putus. Sebelumnya kami memang pacaran," tutur AA, si mahasiswa asal Jember itu kepada RaBa kemarin.
Selama di Kantor Satpol PPSitubondo, tiga pasangan itu menjalani pendataan dan pembinaan. Mereka juga diminta menuliskan pernyataan tidak akan mengulagi perbuatannya lagi. Baru setelah itu, mereka dipulangkan. "Untuk yang berstatus pelajar, kita serahkan kepada orang tua atau saudaranya," kata Kasi Opswas Dikdak Satpol PP Situbondo Mugiono kemarin.
Menurut Mugiono, gencarnya operasi penertiban pasangan mesum di Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, itu tak lepas dari pengaduan warga sekitar. Mereka mengeluhkan maraknya orang berpacaran di lokasi tersebut. Bahkan, mereka kadang bertindak kebablasan. "Operasi ini juga demi menjaga keamanan. Sebab, di Jalan Tembus itu rawan kejahatan," tegasnya. (gaz/irw)