[ Minggu, 07 Februari 2010 ]
Pelayaran Selat Bali Aman
BANYUWANGI-Prakiraan cuaca yang disampaikan oleh Kepala BMKG Arif Triono, Kamis (4/2) lalu terbukti benar. Dalam empat hari ini, Banyuwangi selalu diguyur hujan dengan durasi 10 menit sampai 1 jam. Meski begitu, Saharuddin Koto, Manajer Operasional PT. Indonesia Ferry Pelabuhan ASDP Ketapang, kemarin (6/2).
"Walaupun cuaca seperti ini, pelayaran Ketapang-Gilimanuk masih aman," kata pria berkumis itu.
Diungkapkannya, tinggi gelombang air laut hanya berkisar 0,3 sampai 0,8 meter. Namun, kendala yang dialami adalah kabut. Sebab, kabut dapat mengurangi jarak pandang nakhoda kapal. "Dikhawatirkan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan," tambahnya.
Untuk menanggulangi hal tersebut, lanjut Saharuddin, pihak ASDP selalu berkoordinasi dengan pihak Syahbandar Ketapang dan BMKG. Apabila cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pelayaran, maka pihak ASDP akan menghentikan penyeberangan untuk sementara. "Untuk saat ini, masih belum perlu karena cuaca masih dirasa baik, sehingga kegiatan pelayaran Ketapang-Gilimanuk bisa terus berjalan," terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Sementara itu, arus penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, kemarin masih normal.
Dijelaskannya, masih belum ada peningkatan arus penumpang yang signifikan. Jumlah penumpang yang menyeberang ke Gilimanuk berkisar 450 sampai 500 orang per hari. Kendaraan pribadi maupun bus atau truk berkisar 700 sampai 1.300 kendaraan per hari. "Jumlah penumpang masih stabil, belum ada peningkatan," ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, masih belum perlu penambahan armada. Sebab, armada yang ada masih mampu menampung jumlah penumpang saat ini. Dalam keadaaan normal, setiap hari pihak pelabuhan menyediakan 27 armada, baik di dermaga ponton ASDP maupun di dermaga landing craft machine (LCM). "Dengan delapan trip setiap hari sudah bisa menampung penumpang yang hendak menyeberang," ungkap bapak dua anak itu.
Saat ini, harga tiket penyeberangan masih tetap. Tarif penumpang dewasa Rp 5.700 dan anak-anak Rp 4.200. Kendaraan roda dua ditarik Rp 14.000, sedangkan kendaraan pribadi atau mobil Rp 94.000. "Tarif kendaraan muatan disesuaikan dengan jenis kendaraan dan berat muatan," pungkas pria yang sempat ditugaskan di Bali itu.(mg1/irw)