[ Minggu, 07 Februari 2010 ]
Menang di PDIP, Daftar PD
Strategi Bupati Ratna Memperebutkan Tiket Cabup
BANYUWANGI-Walau sudah menjadi pemenang dalam penjaringan bakal calon bupati (cabup) PDIP, Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari tampaknya belum benar-benar percaya diri. Indikasinya, Jumat malam (5/2) Ratna masih ikut mendaftar lagi dalam penjaringan cabup yang dilakukan Partai Demokrat (PD).
Pendaftaran cabup lewat PD yang dilakukan incumbent itu terkesan diam-diam. Saat mengambil formulir, tim sukses yang diutusnya merahasiakan identitas calon yang akan didaftarkan. Saat itu, Ratna hanya mengutus seorang perempuan yang beralamat di Jalan Ken Arok, Banyuwangi. Utusan Ratna itu menolak menyebutkan identitas dengan alasan akan tahu sendiri pada saat mengembalikan formulir.
Begitu juga saat mengembalikan formulir Jumat malam. Istri Bupati Jembrana, Bali, I Gede Winasa itu tidak datang sendiri. Melainkan hanya mengutus orang kepercayaannya, Abdullah. Sehari-harinya, Abdullah merupakan Kepala Badan Kesbanglinmas, yang merangkap sebagai juru bicara Ratna.
Abdullah datang ke kantor DPC PD di Jalan Agus Salim menjelang detik-detik penutupan pendaftaran cabup. Pendaftaran ditutup pada puku 24.00. Sedangkan Abdullah datang membawa berkas pendaftaran Ratna sekitar pukul 23.40 atau 20 menit sebelum ditutup.
Kedatangan Abdullah itu sempat mengagetkan tim pendaftaran cabup PD. Tim menduga Abdullah datang sekadar koordinasi soal proses pendaftaran cabup yang dilakukan PD. Namun dugaan tim itu meleset, setelah mantan kabag humas pemkab itu mengeluarkan setumpuk berkas pendaftaran. Ternyata, dia membawa misi bosnya untuk mengembalikan formulir, sekaligus mendaftarkan diri sebagai peserta kompetisi memperebutkan tiket cabup PD.
Sebelumnya, Ratna berhasil unggul dalam rakercabsus pemilihan cabup PDIP. Dari empat bakal calon yang bertarung dalam rakercabsus PDIP, Ratna unggul dengan dukungan 248 suara dari total suara peserta rakercabsus, yang berjumlah 587. Sedangkan tiga pesaingnya, Abdullah Azwar Anas meraih 207 suara, Emilia Contessa 27 suara, dan Dadang Wahyu 95 suara.
Ketua Tim Pendaftaran Cabup PD Banyuwangi Gunawan sempat meralat pemberitaan, yang dilansir sebelumnya. Pada tahap pengambil formulir, kader PD yang kini menjabat anggota DPRD Banyuwangi, itu sempat menyampaikan bahwa istri mantan Bupati Samsul Hadi, Erna Samsul Hadi ikut mengambil formulir cabup PD. Namun setelah pengembalian formulir, ternyata yang mengambil formulir itu adalah utusan Bupati Ratna. "Yang mengambil fomulir kapan hari itu ternyata bukan timnya Bu Erna, tapi utusan Bupati Ratna," kata Gunawan kemarin.
Dengan demikian, Ny Erna Samsul Hadi tidak termasuk dari sebelas nama bakal cabup yang mengambil formulir beberapa hari sebelumnya. Namun hingga pendaftaran ditutup, dari sebelas nama yang mengambil formulir, itu hanya
enam orang yang mengembalikan. Sedangkan lima bakal calon lainnya, tidak ikut mengembalikan formulir. Dengan demikian, lima bakal calon itu secara otomatis batal mengikuti proses seleksi cabup PD. "Yang lima orang hanya nebeng cari popularitas melalui Partai Demokrat," kata Gunawan.
Keenam orang yang resmi mengembalikan formulir itu adalah Satiyem, Sandi Suwardi Hasan, Jalal, Misbah Imam Subari, Adil Ahmadiyono, dan Ratna Ani Lestari. "Yang pertama mendaftar Satiyem, sedangkan yang paling akhir Bupati Ratna yang mengembalikan melalui Pak Abdullah," bebernya.
Sementara itu, lima bakal calon yang tidak mengembalikan formulir adalah Michael Edi Hariyanto, Bambang Purwanto, Poernomo, Syahirul Alim, dan Brigjend (Pur) Mulyono. "Hingga pendaftaran ditutup, lima orang tersebut tidak mengembalikan berkas formulir," katanya.
Bakal calon yang sudah mengembalikan berkas formulir, itu akan diverifikasi syarat administrasinya oleh tim pendaftaran. Tim akan memberikan toleransi kepada bakal calon yang syarat administrasi tidak lengkap dalam waktu tertentu. Tim akan meminta bakal calon untuk memenuhi syarat admnistrasinya. Jika tidak, tim akan mencoret nama yang bersangkutan dari daftar cabup PD. "Setelah syarat administrasi lengkap, tim akan menyerahkan kepada tim sembilan PD," imbuhnya.
Setelah menutup pendaftaran, Gunawan langsung koordinasi dengan DPD PD Jatim. Nama-nama yang sudah mendaftar itu diserahkan kepada DPD PD Jatim sebelum diverifikasi. "Tim akan melakukan verifikasi administrasi mulai Senin pekan depan (8/2)," tambah Gunawan.
Sementara itu, Abdullah saat dikonfirmasi terpisah membantah telah menyerahkan formulir pendaftaran cabup Ratna kepada tim PD. Keberadaannya di kantor DPC PD malam itu bukan untuk menyerahkan berkas formulir Ratna. "Saya datang kesana dalam rangka koordinasi dengan pengurus Partai Demokrat terkait rencana pemeriksaan BPK," bantahnya.
Namun, Abdullah membenarkan kalau saat berada di kantor PD, bersamaan dengan tim Ratna yang mengembalikan berkas formulir pendaftaran. Sebelum utusan bupati datang, Abdullah mengaku sudah lebih dahulu berada di sana. "Hanya kebetulan. Waktu utusan ibu bupati datang, saya kebetulan ada di sana dan belum pulang," tegasnya.
Mantan kabag humas pemkab itu mengaku sengaja datang malam-malam ke kantor Partai Demokrat, karena urusannya bersifat mendesak untuk segera dikoordinasikan. Mulai 8 Februari mendatang, BPK akan mulai pemeriksaan terhadap APBD 2009. Karena itu, pihaknya harus segera berkoordinasi dengan partai-partai penerima bantuan dana parpol dari APBD 2009. "Saya ketemu dengan Bendahara DPC Partai Demokrat Very Wellya. Saat itu, saya mau langsung pulang, tapi masih ngobrol-ngobrol dengan teman-teman intel Polres dan Kodim," dalihnya.
Pagi harinya, pihaknya juga koordinasi dengan pengurus PKB. Tapi tidak mendatangi kantor PKB, melainkan pengurus PKB yang diundang ke Kantor Badan Kesbanglinmas. "Sekali lagi, kepentingannya koordinasi terkait rencana pemeriksaan BPK, bukan mengembalikan formulir bupati," tegas Abdullah.(afi/irw)