Kamis, 09 September 2010
 
   Radar Banyuwangi
[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Dompet Untuk Isabella
SITUBONDO-Kondisi Isabella, balita asal Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, yang tidak bisa menelan dan menghisap, mengundang rasa simpati banyak pihak. Kemarin (7/2), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Situbondo, resmi membuka posko peduli terhadap bocah berumur tujuh bulan, yang akan dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya itu.

Sejumlah pengurus PPNI, kemarin pagi mendatangi rumah Isabella. Mereka menyerahkan bantuan sejumlah uang dan keperluan sehari-hari bagi balita kepada orang tua Isabella. "Kita berharap, apa yang kita lakukan ini bisa sedikit membantu meringankan bebannya," terang Imam Hidayat, Ketua PPNI Situbondo, kemarin pagi.

Imam berharap, ada pihak-pihak lain, yang juga bisa mengulurkan tangan meringankan beban orang tua Isabella. Apalagi, balita itu akan dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya, untuk memastikan kelainan yang dimilikinya. "Jangankan untuk biaya berobat, untuk biaya menunggui saja, orang tua Isabella kebingungan. Makanya perlu uluran tangan banyak pihak," tutur Imam.

Pria yang menjabat Humas RS dr Abdoer Rahem Situbondo, itu menambahkan, sehari sebelumnya ada dermawan yang memberikan sumbangan Rp 1 juta. Namun, uang itu langsung habis, karena orang tua Isabella ditagih tetangganya yang meminjami uang.

Sekadar diketahui, pihak RS dr Abdoer Rahem telah menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan. Namun, biaya wira-wiri maupun makan selama menunggui Isabella, harus dicarikan pinjaman kesana-kemari. Saat ini, Isabella sudah tujuh bulan berada di RS tersebut.

Selama berada di rumah sakit milik Pemkab Situbondo tersebut, dokter yang menanganinya sering membantu pembiayaan maupun pembeliaan susu. "Makanya, bagi semua pihak yang ingin menyumbang bisa melalui PPNI atau langsung berikan kepada orang tua Isabella," imbau Imam. (pri/irw)