Senin, 06 September 2010
 
   Radar Banyuwangi
[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Ongkos Daftar Cabup Mahal
BANYUWANGI- Dua partai politik (parpol) besar yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) sudah rampung memproses pendaftaran bakal calon bupati (bacabup). Yang tersisa, tinggal Partai Golkar dan Partai Hanura belum menentukan nama kandidat cabup-nya.

Dalam proses penjaringan beberapa waktu lalu, PDIP telah berhasil menjaring empat nama. Mereka adalah Ratna Ani Lestari, Abdullah Azwar Anas, Dadang Wahyu dan Emilia Contessa.

Pada tahap pengambilan formulir, sebenarnya ada delapan calon yang mengambilnya. Mereka adalah Abdullah Azwar Anas, Ratna Ani Lestari, Emilia Contessa, Dadang Wahyu, H. Jalal, Wisnu Priyo Sasmito dan Asmai Hadi. Namun yang mengembalikan fomulir hanya lima orang. Mereka adalah Ratna, Anas, Emilia, Dadang Wahyu, dan Asmai. Sedangkan Jalal dan Wisnu Priyo tidak mengembalikan formulir.

Dalam proses seleksi administrasi, hanya empat bakal calon yang lolos ke arena Rakercabsus. Asmai Hadi gagal melaju ke Rakercabsus, karena tidak lolos syarat administrasi.

Sementara itu, mahar politik untuk menjadi cabup di Partai pemenang pemilu 2009 di Banyuwangi ini memang tergolong besar. Masing-masing calon ditarik dana sebesar Rp 50 juta.

Dari empat kandidat cabup yang mendaftar, PDIP berhasil meraup pundit segar sekitar Rp 200 juta. Kini, empat nama calon itu sudah berada di tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Empat kandidat itu tinggal menunggu keputusan rekomendasi dari DPP PDIP di Jakarta.

Sementara itu, proses pendaftaran cabup di PD lebih marak. Pada proses pengambilan formulir, muncul sebelas bakal calon yang terdaftar. Mereka adalah Satiyem, H. Jalal, Sandi Suwardi Hasan, Adil Ahmadiyono, Ratna Ani Lestari, Michael Edi Hariyanto, Poernomo, Imam Misbah, Syahirul Alim, Bambang Purwanto, dan Brigjen (pur) Mulyono.

Tetapi dari sebelas orang pengambil formulir itu, ternyata hanya enam orang yang mengembalikan berkas. Mereka adalah Satiyem, H Jalal, Sandi Suwardi Hasan, H Adil Ahmadiyono, dan Ratna Ani Lestari.

Sedangkan lima calon lainnya, ternyata tidak mengembalikan formulir. Mereka yang tak mengembalikan berkas adalah Michael, Bambang Purwanto, Poernomo, Brigjen (pur) Mulyono, dan Syahirul Alim.

Michael mengaku sengaja tidak mengembalikan, karena alasan proses pendaftaran cabup yang dilakukan PD Banyuwangi cacat hukum. Michael berani memastikan cacat hukum, setelah dirinya melakukan koordinasi dengan DPP PD di Jakarta.

Dalam juklak Pilkada yang dikeluarkan DPP PD, ternyata proses pendaftaran cabup tidak dikenakan biaya apa pun. Namun yang terjadi di PD Banyuwangi, proses pengambilan formulir hingga pengembalian formulir ternyata dikenakan biaya. Untuk pengambilan formulir, setiap bakal calon ditarik dana Rp 2 juta.

Sedangkan pada proses pendaftaran, DPC PD Banyuwangi tidak mematok angka pasti. Parpol pimpinan H Adil Ahmadiyono itu hanya memasang angka minimal Rp 25 juta. "Saya tidak ingin ikut proses yang cacat hukum. Karena sudah tahu, ya saya mending tidak ikut mendaftar," tegas Michael.

Sejatinya, kata Michael, proses pendaftaran cabup tidak boleh melakukan pungutan dalam bentuk apa pun. Sebab, juklak DPP tak mengenal adanya uang pendaftaran.

Sementara itu, Bambang Purwanto mengaku tidak mengembalikan formulir, karena tidak mampu memenuhi syarat administrasi. Pada saat proses pendaftaran berlangsung, Bambang mengaku mendapat musibah. Salah seorang keluarganya di Situbondo sakit keras, dan tidak ada yang mengurusnya. "Karena tidak ada yang mengurusnya, saya harus ke sana bersama keluarga," kata Bambang.

Sebelumnya, Bambang memperkirakan kalau dirinya tidak terlalu lama berada di Situbondo. Namun setelah tiba di sana, ternyata membutuhkan waktu berhari-hari. "Persyaratan saya hanya kurang keterangan tidak pernah di pidana dari Pengadilan. Persyaratan yang lain sebenarnya sudah beres," jelasnya.

Karena waktunya terlalu mepet, Bambang tidak bisa mengurus surat keterangan dari Pengadilan Negeri (PN) tersebut. Meski gagal daftar ulang di PD, namun dia tetap tidak mengurungkan niatnya maju sebagai cabup. Saat ini, Bambang sedang melakukan lobi dengan beberapa partai sebagai kendaraan. "Pilihan terakhir adalah maju lewat jalur independen," ujar Bambang.

Ketua Tim Pendaftaran Cabup PD Banyuwangi, Gunawan mengatakan, proses verifikasi administrasi akan dilakukan mulai hari ini (8/2). Bagi calon yang syaratnya kurang, tim masih akan memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan. "Penyerahan kepada tim sembilan akan dilakukan tanggal 10 Februari 2010 mendatang," ungkap Gunawan. (afi/bay)