Senin, 06 September 2010
 
   Radar Jember
[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Penderita TBC Capai Seribu Orang
LUMAJANG - Batuk berdahak yang tidak segera berhenti harus ditanggapi serius oleh masyarakat. Bila diabaikan dan tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan penderita terjangkit TBC (tuberculosis).

Di Lumajang, jumlah penderita TBC denderung naik. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang ,selama kurun 2009 penderita TBC mencapai 1.162 orang. Angka tersebut meningkat dibanding 2008) yang hanya mencapai 982 orang.

''Jumlahnya memang masih tinggi,'' aku Kadinkes Lumajang dr Buntaran Supriyanto. Meski jumlah penderita mengalami peningkatan, tetapi tingkat kesembuhan para penderita terus mengalami peningkatan.

Pada 2008 ada penderita TBC sebanyak 982 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan mencapai 921 orang. "Tingkat kesembuhan 94 persen," ungkapnya. Sedangkan pada 2007, jumlah penderita mencapai 1.052 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan mencapai 983 atau sama dengan 93 persen.

Tentang target tingkat kesembuhan penyakit TBC yang dipatok Dinkes Jatim, Buntaran menyebutkan, dari keseluruhan jumlah penderita, tingkat kesembuhan minimal 80 persen. "Lumajang selalu diatas 80 persen. Bahkan sejak tahun 2006 tingkat kesembuhan di atas 90 persen," jelasnya.

Dengan kesadaran yang tinggi dari penderita untuk menjalani proses penyembuhan, kata dia, peluang kesembuhan bagi para penderita TBC semakin baik dari tahun ke tahun. Kerena itu, agar penyakit TBC dapat terus dikontrol penyebarannya, Dinkes Lumajang meminta masyarakat untuk segera berobat bila mengalami batuk berdahak. "Sampai dua minggu tidak sembuh, segera periksakan diri ke puskesmas," harapnya.

Dia mengatakan, bila terbukti TBC, pihaknya akan segera melakukan pengobatan secara intensif selama enam bulan. Proses penyembuhan itu dijamin gratis. Meski begitu, dia mengaku banyak penderita yang menghentikan pengobatan saat memasuki minggu kedua atau ketiga. "Dua minggu saja minum obat, batuknya pasti hilang. Tapi kuman di dalam masih tetap ada. Karena itu proses pengobatan harus tuntas dilakukan sampai enam bulan," pungkasnya. (wis)