[ Senin, 08 Februari 2010 ]
Guntur - Gus Aab Kian Mesra
Fit and Proper Test PKB Digelar di Surabaya
JEMBER - Calon bupati (cabup) Guntur Ariyadi dan calon wakil bupati yang juga ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin alias Gus Aab tampak semakin lengket. Kemarin, dua kandidat yang dikabarkan mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat (PD) itu terlihat mesra dalam acara peringatan empat puluh hari wafatnya deklarator PKB, KH Abdurrahman Wahid.
Di hadapan ribuan warga Nahdliyin, kedua orang yang masih berpotensi mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB itu tampak duduk berdampingan. Keduanya bersama-sama dengan kiai NU mendoakan almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dimulai puukul 07.30 sampai pukul 11.00 di lapangan Sukowono Jember kemarin.
Hadir pula, mantan ketua JCNU Jember KH Muhyidin Abdusshomad dan beberapa ulama NU lainnya. Bersama ribuan warga NU mereka mendoakan Gus Dur agar diterima di sisi-Nya. 'Yang lebih penting adalah mengambil suri teladan, sikap dan prinsip hidup Gus Dur," kata Gus Aab saat memberikan ceramah dalam bahasa Madura.
Dia menjelaskan, meski Gus Dur adalah kiai besar dan pernah menjadi presiden RI tapi tetap sederhana dan bersahaja. ,'Buktinya meski Gus Dur sudah wafat banyak yang berbelasungkawa termasuk tokoh lintas agama," terangnya. Karena itu, dia meminta agar warga NU meniru sikap Gus Dur.
Selain itu, Gus Aab juga meminta warga NU tidak mudah terprovokasi, termasuk soal pemilukada 7 Juli 2010. " Saya minta warga NU tidak mudah terprovokasi, jalin silahturahmi, bina terus kerukunan sesama umat Islam dan dengan umat lainnya," ungkapnya.
'' Jangan sampai ada satu keluarga yang tidak mau tegur sapa karena beda pilihan dana pemilukada. Itu bukan sikap yang dicontohkan Gus Dur," ujarnya. Dia menjelaskan, berbeda pandangan secara politik itu wajar. Termasuk beda pasangan calon yang didukung dalam pemilukada.
Ditanya soal pencalonannya, Gus Aab menegaskan sebagai warga negara yang juga peduli terhadap perbaikan nasib bangsa punya hak untuk dicalonkan. "Apa salah saya jika jadi calon wakil bupati," tanya Gus Aab. Dia mencontohkan Gur Dur yang mantan ketua PBNU menjadi presiden RI. Dia meminta perbedaan politik dan organisasi sesuatu yang wajar.
Guntur Ariyadi yang ditemui wartawan mengaku sebagai warga NU untuk ikut mendokan Gus Dur. " Saya ini warga NU ingin mendoakan Gus Dur bersamasama di sini (Sukowono, red)," imbuhnya. Dia menegaskan tidak ada kepentingan apapun saat bersama warag NU mendoakan Gus Dur.
Sementara itu, tiga belas bakal calon bupati/ wakil bupati yang telah mendaftarkan diri ke tim des pilkada DPC PKB tak jadi mengikuti fit and proper test di Jember. Ketua DPC PKB Jember Miftahul Ulum memastikan 13 kandidat akan mengikuti fit and propestes bersama kandidat di 17 kabupaten/ kota di Jawa Timur (Jatim).
Fit and proper tes tersebut akan dilakukan masing-masing DPC bersama DPW PKB Jatim. " Kami sebenarnya minta 6 Fabruari tapi tidak bisa. Oleh Ketu DPW PKB Imam Nahrawi fit and proper test semua kandidat digelar bersamaan untuk 18 kabupaten/ kota," kata Miftahul Ulum kepada wartawan.
Hanja saja, sampai kemarin belum diketahui pasti jadwal fit and proper test untuk kandidat cabup/cawabup. Sebab, jadwal tersebut harus disesuaikan dengan semua DPC PKB di Jatim. Meski demikian, diharapkannya, fit and proper test segera digelar untuk mempercepat proses penjaringan yang dilakukan oleh tim desk pilkada Jatim.
Pasalnya, beberapa kandidat yang lolos fit and propertes tersebut masih harus diserahkan ke DPP PKB untuk mendapatkan rekomendasi. Di PKB, keputusan akhir pasangan calon yang akan diusung berada di tangan DPP PKB. Sehingga, yang memutuskan siapa (dari 13 kandidat, red) yang akan di usung DPC PKB ditentukan oleh DPP PKB Pusat.
Sedangkan tim desk pilkada DPC PKB Jember hanya melakukan penjaringan awal saja. Proses selanjutnya diteruskan oleh DPC PKB bersama DPW PKB Jatim dan terakhir di tangan DPP PKB Pusat. ,"Keputusan terakhir tetap berada di tangan DPP PKB," imbuhnya.
Ulum menambahkan, berkas ke 13 kandidat bacabup dan bacawabup yang mendaftar ke tim desk pilkada DPC PKB Jember sudah diserahkan ke DPW PKB Jatim. ,"Berkas sudah saya serahkan ketua DPW PKB Jatim Imam Nahrawi," terangnya.
Selain itu, sambungnya, DPC PKB Jember juga segera memberitahukan secara resmi kepada masing-masing kandidat. ,'Tim desk pilkada nanti akan mengirimkan surat resmi perilah fita and proper test yang di gelar di Surabaya," imbuhnya. Dengan demikian, saat fit and proper test semua kandidat harus berada di Surabaya.
Selain mempersiapkan penjaringan, DPC PKB Jember juga mematangkan koalisi untuk mengusung sendiri bacabup/bacawabup Jember. " Kami sudah mengikat dua partai non parlemen," kata wakil ketua DPRD Jember itu. Hanya saja, dia belum bersedia membeberkan nama dua partai tersebut. DPC PKB hanya butuh tambahan 17 suara saja untuk bias mengusung sendiri pasangan cabup Jember.
Yang jelas, sambungnya, dengan tambahan suara dua partai hasil pemilu legislatif (pileg) 2009 lalu, suara DPC PKB cukup untuk mengusung cabup/bacawabup sendiri. Dengan demikian, DPC PKB Jember tidak lagi menggantungkan koalisi dengan partai lainnya. Meski demikian, Ulum menyatakan masih membuka pintu koalisi dengan partai lain asal memiliki jago yang sama. (aro)