[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Ngaku Brimob, Gaet Mahasiswi
BANYUWANGI - Petualangan Niko Ambar Syaid, 22, yang mengaku sebagai anggota Brimob berakhir kemarin. Warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, itu dibekuk polisi di rumahnya pukul 10.00.
Pria berwajah tampan itu ditangkap karena disangka melakukan tindak pidana penipuan dan pencemaran terhadap korps baret cokelat. Mengenakan kemeja lengan panjang warna biru bermotif garis-garis, Niko, langsung digiring menuju ruang penyidikan Mapolsek Muncar.
Kedatangan Niko siang kemarin juga diikuti Eka Kurniawati alias Echa, 20, korban atas modus penipuan yang dilakukan tersangka. Niko dibekuk atas laporan Echa yang tak lain istri sirinya sendiri. Dalam pengaduannya, Echa mengaku telah ditipu Niko yang telah menikahinya secara siri pada 23 Januari 2009 lalu.
Ketika masih pacaran, suaminya itu mengaku sebagai anggota Brimob Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Kedok itu terbongkar saat korban menjalani libur semester di Pontianak, Kalbar, tempat tugas suaminya.
Bagai disambar gledeg, Echa yang sejak awal mengetahui suaminya anggota Brimob ternyata hanya karyawan pabrik. ''Ternyata Niko hanya karyawan pabrik," kata Echa yang masih tercatat sebagai mahasiswi Universitas Muhamadiyah (Unmuh) Jember semester lima itu.
Kenyataan itu sempat diredam korban dalam hati. Langkah itu dia tempuh karena ingin mempertahankan biduk rumah tangganya bersama Niko. Tetapi, tersangka yang menemani istrinya tinggal di rumah kontrakan dekat kampus Unmuh itu malah sering pulang malam. Lama kelamaan, Echa tak kuasa menahan borok suaminya.
Kedok bahwa suaminya sebagai anggota Brimob gadungan pun dibeberkan kepada kedua orang tuanya. "Mereka marah dan meminta saya berpisah dengan dia," imbuhnya.
Pengakuan Niko membenarkan sebagian laporan korban. Menurutnya, pengakuan sebagai anggota Brimob Polda Kalbar sengaja dilontarkan untuk menarik simpati mantan teman satu SMA-nya itu. "Itu untuk pancingan agar dia mau saya nikahi," akunya.
Kapolsek Muncar, AKP Bakin membenarkan laporan kasus ini. Bakin membenarkan bahwa Niko mengaku sebagai anggota Brimob. "Tersangka memang mau mendaftar polisi. Belum diterima sudah bilang menjadi anggota Brimob. Sehingga, korban terpikat dan bersedia diajak nikah secara siri," tegas Bakin. (azi/aif)