[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Dua Nelayan Disambar Petir
SITUBONDO - Cuaca buruk masih kerap meneror warga Situbondo. Senin (8/2) kemarin, dua orang nelayan ditemukan terkapar di pantai Desa Pesisir, Kecamatan Besuki. Keduanya tersungkur setelah tersambar petir. Satu nelayan, Duhri, warga Dusun Krajan, Desa Pesisir, Besuki, langsung kehilangan nyawanya. Pria 47 tahun itu mengalami luka bakar di bagian dada. Dari telinganya keluar darah segar.
Satu nelayan lagi, Misdar, 55, bernasib lebih mujur. Nelayan yang juga berasal dari Dusun Krajan, Desa Pesisir, itu hanya menderita luka ringan hingga tak sadarkan diri. Setelah dirawat, Misdar akhirnya siuman. "Saat baru ditemukan, dia tidak sadarkan diri. Tapi sekarang kondisinya sudah sadar," kata Kapolsek Besuki AKP Hariyono kemarin.
Musibah kedua nelayan itu terjadi dini hari kemarin. Saat itu, keduanya diduga hendak bermaksud pulang usai mencari ikan di tengah laut. Saat itu, hujan mengguyur cukup deras yang terus disertai kilatan petir. Saat itulah, keduanya mendadak tersambar petir hingga langsung ambruk. Tubuh keduanya ditemukan warga terkapar di pinggir pantai setempat sekitar pukul 05.30 kemarin.
Dalam waktu cepat, kabar penemuan dua orang terkapar itu langsung menyebar. Aparat Polsek Besuki dan perangkat desa setempat juga berdatangan. Saat baru ditemukan, tubuh Duhri sudah tak bernyawa. Dadanya gosong. Telinganya juga masih mengeluarkan darah. Sementara Misdar, saat diperiksa degup jantungnya berdetak. Rupanya, dia hanya pingsan akibat sambaran petir.
Namun, untuk memastikan kematiannya, petugas Polsek Besuki sempat mendatangkan tim medis. Tujuannya, untuk melakukan visum et repertum terhadap tubuh Duhri. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dengan begitu, korban dipastikan meninggal akibat terkena sambaran petir. "Ini murni musibah. Tidak sedikit pun ada indikasi penganiayaan," tukas Kapolsek Hariyono. (gaz/aif)