[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Terjaring Razia, Muntah Darah
SITUBONDO - Gencarnya Satpol PP merazia pasangan mesum di Perbukitan Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, rupanya tak menciutkan nyali muda-mudi yang sedang mabuk asmara. Senin (8/2) kemarin, polisi Pemkab itu kembali menjaring lima sejoli. Mereka tepergok mojok berduaan di tempat sepi di sekitar perbukitan tersebut.
Ironisnya, dua pasangan di antaranya berstatus pelajar. Bahkan, ada yang masih mengenakan seragam sekolah. Begitu terjaring, kelima pasangan itu langsung digiring ke kantor Satpol PP Situbondo. Namun, sebelum sempat melakukan pendataan, petugas dikejutkan dengan kondisi Anggrek (nama samaran), siswi kelas satu sebuah sekolah setingkat SMA di Situbondo yang ikut terjaring.
Mungkin karena takut, tubuh gadis yang masih mengenakan seragam itu tiba-tiba ambruk. Dari mulutnya keluar darah segar. Khawatir kondisinya makin buruk, Anggrek langsung dilarikan ke RSU dr. Abdoer Rahem, Situbondo. Tak ingin disalahkan, petugas pun segera menghubungi keluarganya. Disebut-sebut, selama ini Anggrek memang menderita sebuah penyakit. Namun, pihak Rumah Sakit emoh memberikan keterangan lebih detail. Derita penyakit itu juga dibenarkan si BS, cowok yang tepergok berpasangan dengan si Anggrek saat di Jalan Tembus. "Dia (Anggrek, red) memang punya penyakit, Pak. Tapi saya tidak tahu apa penyakitnya," katanya kepada petugas.
Saat si Anggrek menjalani perawatan, cowok pasangannya tetap berada di Kantor Satpol PP Situbondo. Dia harus menjalani pembinaan bersama beberapa pasangan lain. Termasuk, sepasang pelajar sebuah sekolah kejuruan di Situbondo. Selain itu, ada juga sepasang kekasih asal Kecamatan Besuki. Cowoknya yang berstatus mahasiswa itu terus merengek minta pulang. "Saya mau kuliah, Pak. Ijinkan saya pulang sekarang," pintanya kepada petugas.
Namun, petugas enggan menggubris permintaan itu. Dia bersama pasangan lain tetap harus menjalani pembinaan dan pendataan. Selain itu, mereka juga diminta menuliskan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka baru dipulangkan setelah ada perwakilan keluarga yang menjemput. "Saya harap mereka tidak mengulangi lagi. Terkait siswi yang sakit, itu karena dia memang punya penyakit," kata Kasi Opswasdikdak Satpol PP Situbondo Mugiono kemarin. (gaz/aif)