[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Ratusan Hektare Sawah Terendam
Dipastikan Banyak Petani Gagal Panen
JEMBER - Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas dipastikan bakal mengalami gagal panen. Hujan lebat yang mengguyur daerah itu beberapa hari terakhir merendam lahan pertanian di daerah tersebut. Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya dengan baik saluran pembuangan di kawasan tersebut.
Pantauan RJ di lokasi, ratusan hektare lahan itu saat ini tertanami padi. Sebagian dari tanaman itu ada yang berusia masih muda, siap berbuah, dan ada juga yang sudah menguning. "Tapi kalau kondisi terendam seperti sekarang ini, pasti akan rusak," kata Boiran, salah seorang petani asal Dusun Krajan, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.
Masuknya air ke areal persawahan di desa itu, karena hujan yang turun akhir-akhir ini sangat deras. Kemudian meningkatkan debit sungai yang ada di kawasan tersebut. Karena sungai tidak mampu menampung air, akhirnya airnya meluber ke sawah-sawah penduduk.
Tak hanya itu, sebagian lagi masuk ke jalan-jalan hingga membuat genangan. Sedangkan saluran pembuangan di daerah itu juga tidak ada. Kalau ada besarnya juga tidak mampu menampung besarnya debit air. Dari kondisi ini, para petani tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya pasrah. Sebab dipastikan tanaman padi miliknya di lahan itu akan mengalami pembusukan batang. Sehingga tidak bisa memberikan produksi yang optimal. "Bisa-bisa puso, sebab setelah ini, dipastikan penyakit dan hama akan banyak menyerang," katanya.
Tampaknya hal ini berbeda dengan apa yang diungkapkan, Amin, warga yang lain. Dari kondisi ini, pihaknya meminta kepada pihak terkait untuk ikut membantu menyelesaikan masalah di Desa Kepanjen Gumukmas. Salah satunya membuatkan saluran pembuangan air. "Sehingga air bisa lancar dan tidak menggenangi lahan persawahan petani," katanya.
Di samping itu, pihaknya juga meminta dibangunkan klep air, sebab daerah Kepanjen ini sangat dekat dengan laut dan dilingkari oleh sungai. Setiap kali pasang, air sungai tidak bisa masuk ke laut sehingga terjadi genangan.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan para warga yang ada di desa tersebut. Sebab jika genangan itu terjadi, tinggal melihat tangkis sungai yang ada. Jika tangkis kuat tidak ada masalah. Namun jika debit air lebih besar dipastikan tangkis akan jebol, dan air masuk ke warga.
"Apalagi seperti saat ini. Ketika hujan turun deras. Kemudian bersamaan dengan itu laut pasang. Kami selalu takut, karena itu kami minta dibangunkan klep. Agar air sungai bisa lancar masuk ke laut dan tidak ada genangan di bagian atas," ungkap Amin. (rid)