[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Banyak Yang Lebihi Tonase
MESKIPUN Dishub Lumajang dan satlantas memasang larangan melintas bagi kendaraan bertonase lebih dari 10 di sepanjang jalur alternatif Klakah - Randuagung - Pondokdalem, ternyata masih banyak kendaraan yang melanggar larangan itu. Akibatnya, sejumlah ruas jalan mengalami rusak parah.
Bukan hanya menyebabkan kerusakan jalan, hal itu juga memicu kecelakaan lalu lintas. Kasatlantas Polres Lumajang AKP Yuliati mengungkapkan, sejak Jembatan Grobogan ditutup tiga pekan lalu, terjadi tiga kecelakaan.
"Fakta di lapangan memang banyak pengendara yang memaksakan diri untuk tetap melintas," katanya saat ditemui di Jembatan Grobogan kemarin (8/2). Tiga kecelakaan itu terjadi di Curahwedi, Curahmayit, dan ruas Randuagung.
"Yang paling parah karena as roda patah tepat di tengah jalan," katanya. Akibat kecelakaan itu, jalur tersebut sempat macet berjam-jam. Karena itu, dia mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi batasan tonase kendaraan.
Kadis PU Lumajang Nugroho Dwi Atmoko mengakui, banyak kendaraan di atas tonase 10 ton yang melalui jalur alternatif. Lolosnya kendaraan tersebut karena luput dari pantauan petugas. Rata-rata kendaraan besar itu melintas di malam hari. "Petugas kan juga manusia. Setelah seharian berjaga tentu saja banyak yang kelelahan pada malam hari," katanya.
Berdasar pantauannya selama ini, ruas jalur alternatif sepanjang 40 km banyak yang mengalami kerusakan. Karena kondisi yang terbatas, terpaksa jalur yang mengalami kerusakan tersebut ditambal secara manual. (wis)