Senin, 06 September 2010
 
   Radar Jember
[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Maju, Pengurus NU Harus Nonaktif
JEMBER - Tantangan yang harus dihadapi Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) bila hendak maju dalam pilkada 7 Juli mendatang memang cukup berat. Sebab, pengurus NU yang maju dalam pilkada, menurut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakil Alallah, harus nonaktif.

Hanya saja, KH Mutawakil Alallah mengaku, dirinya belum menerima laporan soal pencalonan Gus Aab dalam pilkada. Dikatakan, belum ada satu pun pengurus PCNU di Jatim yang minta restu untuk maju dalam pilkada. "Etikanya seperti itu (minta restu, Red). Tapi sampai sekarang belum ada," ujarnya usai acara peresmian klinik kesehatan PCNU Kencong Wijaya Kusuma, kemarin yang dilakukan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

KH Mutawakil Alallah meminta agar warga NU tetap menjaga ukhuwah islamiah. "Jangan sampai pemilukada memecah belah," paparnya. Menurut dia, perbedaan dukungan dalam pemilukada merupakan hal biasa.

Untuk diketahui, selain Gus Aab, sebenarnya muncul beberapa nama kader NU hasil penjaringan ranting hingga majelis wilayah cabang (MWCNU) Jember yang akan diusung dan didukung oleh PCNU Jember. Antara lain, Wakil Sekretaris PCNU Agus Lutfi, Direktur Politeknik Jember yang juga Wakil Ketua PCNU Jember Asmuji, Musytasyar NU Syaiful Islam, Ketua Bappekab Jember yang juga Wakil ketua PCNU Jember Mudhar.

Sementara itu, pernyataan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf usai memberikan sambutan dalam acara rapat terbuka wisuda ke IV STAI Al Falah As Sunniyyah (SYAIFAS) Kencong lebih tegas lagi. Gus Ipul meminta pengurus NU yang maju pilkada untuk mundur.

"Ya harus mundur saat pencalonan," kata Gus Ipul dengan tegas. Menurut Ketua GP Anshor ini, aturan NU memang mengharuskan demikian. Dia mencontohkan, Ketua PWNU Jatim KH Mascan Moesa yang mengundurkan diri ketika maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2008 lalu.

Untuk itulah, bagi pengurus NU yang hendak maju pilkada, hendaknya berhitung dengan cermat. Untuk maju dalam pemilukada tidak bisa hanya bersandar pada popularitas saja. "Tidak cukup popular saja. Saya juga masih meragukan popularitasnya," ujar mantan menteri Pembangunan Derah Tertinggal (PDT) ini.

Terang-terangan Gus Ipul mengatakan, Gus Aab masih kalah jauh dalam konsolidasi dibandingkan incumbent Bupati Jember M.Z.A. Djalal. "Konsolidasi Pak Djalal jauh di depan," terangnya.

Dia menilai, konsolidasi yang dilakukan Djalal jauh lebih di depan dibandingkan pasangan lainnya.

Usai memberikan sambutan dalam wisuda IV STAIFAS, Gus Ipul meresmikan klinik kesehatan PCNU Kencong Wijaya Kusuma. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Botani Park di Desa/Kecamatan Sukorambi, Jember. Di sini, Gus Ipul bertemu Bupati Jember M.Z.A. Djalal.

Terima Surat dari SBY

Sekretaris Tim Sembilan DPC Partai Demokrat (PD) Jember Dhoni A. Purwadi mengatakan, pihaknya menerima surat dari ketua dewan Pembina DPP PD Pusat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden RI.

"Kami baru menerima surat dari ketua dewan Pembina DPP PD Pusat," kata Dhoni A. Purwadi melalui seluler, kemarin. Surat itu ditujukan kepada ketum dan sekjen PD, ketua F-PD DPR RI, para ketua DPD PD.

Apa isi suratnya? "Berkaitan dengan pilkada di berbagai daerah, saya (ketua dewan Pembina PD Pusat, Red) berharap jangan jalan sendiri-sendiri atau maunya sendiri," tutur Dhoni menirukan surat tersebut.

Dalam surat tertanggal 24 Januari 2010 tersebut, kata Dhoni juga ditegaskan, karena mengalami banyak kegagalan dalam pilkada, hendaknya hal itu tidak terulang lagi. "Gunakan dasar hasil survei yang kredibel untuk mengetahui dukungan rakyat yang sesungguhnya," paparnya.

Dhoni menegaskan, SBY meminta agar penjaringan tetap mengacu pada mekanisme yang telah ditentukan oleh partai dan menghindari adanya KKN dan money politics. (aro/rid)