Kamis, 09 September 2010
 
   Radar Banyuwangi
[ Kamis, 09 September 2010 ]
Korban Laka Disambut Histeris
Empat Pemudik Situbondo Tewas di Mojokerto

SITUBONDO - Jenazah empat korban tewas dalam musibah kecelakaan di jalan raya Mojokerto, akhirnya dipulangkan ke Situbondo, Rabu (8/9) kemarin. Hampir bersamaan, mobil ambulans pengangkut jenazah tiba di rumah masing-masing korban. Seketika itu, suasana haru tak bisa terhindarkan. Melihat para korban terbungkus kain kafan, isak tangis keluarga dan kerabat korban langsung pecah. Di antaranya, bahkan langsung tidak sadarkan diri.

Salah satunya, seperti yang terjadi di rumah almarhum Mulyadi, di Desa Tenggir, RT 02/RW 04, Kecamatan Panji, Situbondo. Sejumlah kerabatnya langsung histeris, saat jenazah pria 43 tahun itu diturunkan dari mobil ambulan. "Aduh, tadhek onggu tang lake la. Beremma pas kaule nika. (Aduh, suami saya sudah benar-benar meninggal. Terus bagaimana saya ini, red)" teriak Israni, istri Mulyadi, di teras rumahnya, kemarin.

Saat kecelakaan terjadi, Mulyadi adalah pengemudi mobil APV nopol P-7499-H. Mobil berwarna silver itu tertabrak bus Mila nopol N-7391-US, saat melaju di jalan raya Ngoro, Desa Wates Negoro, Mojokerto, Rabu (8/9) dini hari. Selain Mulyadi, tiga penumpang APV juga ikut kehilangan nyawa. Tiga penumpang tewas itu, antara lain Umiyati, 54, warha Jalan WR Soepratman, Kelurahan Patokan, Situbondo; Ma'ruf, 50, warga Jalan Mawar, Kelurahan Patokan, Situbondo; dan Fahmi Haikal Ramadani, 2, warga Jalan Cenderawasih, Kelurahan Dawuhan, Situbondo. Rata-rata korban tewas mengalami luka berat di kepala dan patah tulang.

Balita Fahmi ikut meregang nyawa, saat ikut mudik bersama orang tuanya, Nanang Wahyudi dan Fasil Falihiyah. Kondisi pasutri itu sendiri hingga kini masih dalam perawatan RS Bhayangkara, Watukosek, Pasuruan. Kemarin, jenazah balita malang itu juga sudah tiba di rumahnya. Isak tangis keluarganya mewarnai penyambutan jenazah balita tak berdosa tersebut. "Anaknya (Fahmi, Red) periang, mas. Kami benar-benar tidak menyangka umurnya sesingkat ini," celetuk tetangga korban.

Jenazah Fahmi juga akan segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. Pihak keluarga tinggal menunggu kerabat lainnya berkumpul di rumah duka. Saat meninggal, si balita malang itu sedianya kurang lima hari lagi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-2. Sebab, dia terlahir pada 13 September 2010 silam. Paman korban, Samsul menuturkan, tidak memiliki firasat apapun terkait dengan kejadian tersebut. Menurut dia, setiap tahu orang tua Fahmi memang selalu mudik ke Jawa Tengah. "Semua ini tentu sudah atas kehendak Allah. Kami dan semua keluarga yang ditinggalkan harus bersabar," tuturnya.

Sekadar diketahui, mobil APV P 7499 H membawa rombongan pemudik asal Situbondo. Mereka bermaksud pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, untuk merayakan lebaran. Namun, saat melintas di jalan raya Ngoro, Desa Wates Negoro, Mojokerto, mobil yang dikemudikan Mulyadi itu tabrakan dengan bus Mila N-7391-US. Selain menewaskan empat orang, tiga penumpang APV juga mengalami luka berat. Antara lain, Marno, 55, yang tak lain suami Umiyati; serta pasutri Nanang Wahyudi, 27; dan Fasil Fahiliyah, 25. (gaz/aif)