Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Januari 2017 | 10.15 WIB

Tak Terbukti Terkait ISIS, Akhirnya Pengasuh Ponpes Dipulangkan

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menunjukan foto diduga bom sandal rakitan dari ponsel seorang warga Sumbar yang diperiksa terkait dugaan teroris saat konfrensi pers di Mapolda Kepri. - Image

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menunjukan foto diduga bom sandal rakitan dari ponsel seorang warga Sumbar yang diperiksa terkait dugaan teroris saat konfrensi pers di Mapolda Kepri.

JawaPos.com - Setelah menjalani pemeriksaan selama dua hari, akhirnya Ridce Elfi Hendra (36), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadist Adwa As Sunnah beserta tujuh santrinya yang dideportasi Imigrasi Malaysia dibebaskan oleh aparat Polda Kepulauan Riau (Kepri).


Pemulangan delapan warga asal Kabupaten Agam, Sumbar itu berlangsung Kamis (12/1), Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (Baca: Pengasuh Ponpes Asal Indonesia Dideportasi Dari Malaysia, Terkait ISIS?)


Walau tak terbukti ikut dalam jaringan ISIS, pihak kepolisian tetap mengawasi ke delapan orang ini.  Karena mereka pernah ikut grup whatsapp radikal. Ditakutkan dia dimasukan lagi oleh orang tak bertanggung jawab dalam grup tersebut.


"Sudah, sudah, tadi jam 09.00 WIB, pulang mereka ( delapan orang santri,red). Tak ada kaitan mereka (dengan gerakan terorisme, red)," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (13/10.


Sam meyebutkan, dari hasil penyelidikan pihak Densus 88 dan Brimob Polda Kepriselama dua hari ini, sang pengasuh pondok pesantren (Ponpes) bererta tujuh rekan dan santrinya itu tidak ada tindak tanduk yang mencurigakan.


Indikasi teroris juga tidak ditemukan oleh pihak kepolisian. Penyidik menyimpulkan perjalanan mereka ke Malaysia dalam rangka untuk pengobatan dan pendidikan. "Mereka murni untuk kajian ilmiah ilmu pendidikan," ungkap Sam.


Mengenai foto-foto yang ada di ponsel Reh, Sam menyebut gambar itu didapat dengan ketidaksengjaan, karena Reh pernah masuk dalam grup yang terpengaruh kelompok ISIS. Karena tidak setuju dengan arah pemikiran kelompok ini, Reh memilih keluar dari grup itu. "Namun foto-foto yang dikirimkan grup tersebut, masih ada tersimpan di file manager ponsel milik Reh," ujarnya.


Sam menjelaskan mengenai pengawasan terhadap gerak gerik delapan orang ini. Ia mengatakan pihaknya tidak melepaskan ke delapannya begitu saja. Dimana berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Sumatera Barat, untuk mengawasi ke delapan orang ini. (ska/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore