
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menunjukan foto diduga bom sandal rakitan dari ponsel seorang warga Sumbar yang diperiksa terkait dugaan teroris saat konfrensi pers di Mapolda Kepri.
JawaPos.com - Setelah menjalani pemeriksaan selama dua hari, akhirnya Ridce Elfi Hendra (36), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadist Adwa As Sunnah beserta tujuh santrinya yang dideportasi Imigrasi Malaysia dibebaskan oleh aparat Polda Kepulauan Riau (Kepri).
Pemulangan delapan warga asal Kabupaten Agam, Sumbar itu berlangsung Kamis (12/1), Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (Baca: Pengasuh Ponpes Asal Indonesia Dideportasi Dari Malaysia, Terkait ISIS?)
Walau tak terbukti ikut dalam jaringan ISIS, pihak kepolisian tetap mengawasi ke delapan orang ini. Karena mereka pernah ikut grup whatsapp radikal. Ditakutkan dia dimasukan lagi oleh orang tak bertanggung jawab dalam grup tersebut.
"Sudah, sudah, tadi jam 09.00 WIB, pulang mereka ( delapan orang santri,red). Tak ada kaitan mereka (dengan gerakan terorisme, red)," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (13/10.
Sam meyebutkan, dari hasil penyelidikan pihak Densus 88 dan Brimob Polda Kepriselama dua hari ini, sang pengasuh pondok pesantren (Ponpes) bererta tujuh rekan dan santrinya itu tidak ada tindak tanduk yang mencurigakan.
Indikasi teroris juga tidak ditemukan oleh pihak kepolisian. Penyidik menyimpulkan perjalanan mereka ke Malaysia dalam rangka untuk pengobatan dan pendidikan. "Mereka murni untuk kajian ilmiah ilmu pendidikan," ungkap Sam.
Mengenai foto-foto yang ada di ponsel Reh, Sam menyebut gambar itu didapat dengan ketidaksengjaan, karena Reh pernah masuk dalam grup yang terpengaruh kelompok ISIS. Karena tidak setuju dengan arah pemikiran kelompok ini, Reh memilih keluar dari grup itu. "Namun foto-foto yang dikirimkan grup tersebut, masih ada tersimpan di file manager ponsel milik Reh," ujarnya.
Sam menjelaskan mengenai pengawasan terhadap gerak gerik delapan orang ini. Ia mengatakan pihaknya tidak melepaskan ke delapannya begitu saja. Dimana berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Sumatera Barat, untuk mengawasi ke delapan orang ini. (ska/iil/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
