JawaPos.com - WhatsApp menyimpan banyak percakapan dan informasi pribadi, sehingga akun bisa menjadi sasaran penipuan maupun penyalahgunaan. Kabar baiknya, ada sejumlah fitur bawaan WhatsApp yang bisa diaktifkan untuk memperkuat keamanan akun.
Beberapa pengaturan bahkan hanya membutuhkan beberapa ketukan untuk diaktifkan. Mulai dari verifikasi dua langkah, kunci layar, hingga memeriksa perangkat yang terhubung, langkah sederhana ini dapat membantu mencegah orang lain mengakses akun tanpa izin.
Berikut enam pengaturan WhatsApp yang sebaiknya diperiksa dan diaktifkan untuk menjaga akun tetap aman.
Baca Juga: Menang Edisi 2025, Fermin Aldeguer Berharap Kompetitif di MotoGP Mandalika Tahun Ini
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Verifikasi dua langkah menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika nomor WhatsApp digunakan untuk mendaftarkan akun di perangkat baru.
Fitur ini menggunakan PIN enam digit yang berbeda dari kode verifikasi SMS. Artinya, jika seseorang berhasil mendapatkan kode SMS untuk mencoba mengambil alih akun, mereka masih membutuhkan PIN tersebut.
Cara mengaktifkannya cukup mudah. Buka WhatsApp > Setelan > Akun > Verifikasi dua langkah, kemudian pilih Nyalakan.
Buat PIN enam digit yang tidak mudah ditebak. WhatsApp juga menyediakan opsi untuk menambahkan alamat email yang bisa digunakan ketika pengguna lupa PIN.
Setelah aktif, WhatsApp secara berkala akan meminta PIN tersebut. Pengingat ini membantu pengguna tetap mengingat PIN yang telah dibuat.
2. Gunakan Kunci Layar WhatsApp
Mengaktifkan kunci layar dapat melindungi percakapan ketika orang lain memegang ponsel yang sedang dalam keadaan terbuka.
Tergantung perangkat, WhatsApp dapat menggunakan autentikasi seperti sidik jari atau pengenalan wajah. Dengan begitu, membuka aplikasi membutuhkan verifikasi tambahan.
Pengaturannya dapat ditemukan melalui Setelan > Privasi > Kunci layar. Aktifkan fitur tersebut dan pilih kapan WhatsApp harus meminta autentikasi kembali.
Fitur ini cukup berguna ketika ponsel sering digunakan atau berada di tempat yang memungkinkan orang lain meminjamnya, misalnya kantor atau rumah.
3. Batasi Informasi Last Seen dan Online
Status terakhir dilihat dan online bisa memberikan informasi mengenai kapan seseorang sedang aktif menggunakan WhatsApp.
Bagi pengguna yang mengutamakan privasi, informasi tersebut sebaiknya dibatasi. Caranya dengan membuka Setelan > Privasi > Terakhir dilihat dan online.
Pengguna dapat memilih siapa yang bisa melihat informasi tersebut, misalnya hanya kontak atau tidak seorang pun.
Membatasi informasi ini bukan hanya soal privasi. Kebiasaan online yang terlalu mudah diketahui juga bisa dimanfaatkan untuk pendekatan penipuan atau membuat pengguna merasa terus diawasi.
4. Batasi Siapa yang Bisa Memasukkan Kamu ke Grup
Grup WhatsApp kerap menjadi pintu masuk spam, promosi tidak diinginkan, hingga modus penipuan.
WhatsApp menyediakan pengaturan untuk menentukan siapa yang boleh memasukkan akun ke dalam grup.
Buka Setelan > Privasi > Grup, kemudian pilih opsi yang sesuai. Pengguna dapat memilih Kontak saya atau menggunakan Kontak saya kecuali... untuk mengecualikan orang tertentu.
Jika seseorang yang tidak memiliki izin mencoba memasukkan akun ke sebuah grup, pengguna akan menerima permintaan sehingga bisa memutuskan apakah ingin bergabung atau mengabaikannya.
5. Rutin Periksa Perangkat yang Terhubung
WhatsApp bisa digunakan di komputer, tablet, atau perangkat lain melalui fitur perangkat tertaut. Namun, perangkat lama yang terlupakan dapat menjadi celah keamanan.
Untuk memeriksanya, buka Setelan > Perangkat tertaut.
Perhatikan seluruh daftar perangkat yang sedang terhubung. Jika ada perangkat yang tidak dikenali atau sudah tidak digunakan, segera keluarkan dari akun.
Langkah ini penting terutama bagi pengguna yang pernah membuka WhatsApp Web di komputer kantor, komputer umum, atau perangkat milik orang lain.
Dengan pemeriksaan rutin, pengguna dapat memastikan tidak ada perangkat asing yang masih memiliki akses ke percakapan.
6. Aktifkan Notifikasi Keamanan
WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi isi percakapan. Kode keamanan yang terkait dengan sebuah chat dapat berubah, misalnya ketika kontak mengganti ponsel atau memasang ulang WhatsApp.
Pengguna dapat mengaktifkan notifikasi ketika kode keamanan tersebut berubah. Caranya melalui Setelan > Keamanan, lalu aktifkan opsi Tampilkan notifikasi keamanan.
Ketika kode keamanan kontak berubah, WhatsApp akan memberikan pemberitahuan. Informasi ini dapat menjadi tambahan untuk memastikan pengguna mengetahui perubahan terkait keamanan percakapan.
Jangan Hanya Mengandalkan Pengaturan Keamanan
Enam pengaturan tersebut dapat memperkuat keamanan akun, tetapi kebiasaan pengguna tetap menjadi bagian penting dalam mencegah pembajakan.
Jangan pernah membagikan kode verifikasi SMS atau PIN verifikasi dua langkah kepada orang lain. WhatsApp tidak akan meminta pengguna memberikan kode tersebut kepada pihak lain.
Pengguna juga sebaiknya tidak sembarangan membuka tautan dari nomor tidak dikenal, terutama jika pesan menawarkan hadiah, meminta data pribadi, atau mendesak pengguna melakukan tindakan tertentu.
Terakhir, pastikan aplikasi WhatsApp selalu diperbarui. Pembaruan perangkat lunak tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga dapat memperbaiki celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Dengan meluangkan beberapa menit untuk memeriksa pengaturan tersebut, pengguna bisa mengurangi sejumlah risiko yang mengintai akun WhatsApp. Perlindungan paling efektif bukan hanya berasal dari satu fitur, melainkan dari kombinasi pengaturan keamanan dan kebiasaan menggunakan aplikasi secara hati-hati.