JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengalami kekurangan pegawai akibat kebijakan moratorium Aparatur Sipil Negara (ASN). Kondisi tersebut cukup dirasakan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo.
Kepala Dinkes Solo Siti wahyuningsih memaparkan, jumlah pegawai yang ada sekarang lebih kurang 680 orang. Jumlah itu sudah terbagi ke Puskesmas di 17 lokasi. Saat ini, Dinkes masih kekurangan lebih dari 100 pegawai guna menunjang kinerja pelayanan. Mulai dari dokter sampai perawat.
"Hari ini kami sudah membuka rekruitmen untuk TKPK (tenaga kerja dengan perjanjian kontrak). Kurang lebih kami membuka 98 lowongan," terang perempuan yang akrab disapa Ning itu saat ditemui JawaPos.com, Jumat (26/1).
Sebenarnya, Dinkes sudah mengajukan permohonan tambahan pegawai ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Solo. Namun sampai sekarang belum dipenuhi. "Kalau kami kan juga melakukan perhitungan beban kerja dan menyampaikannya ke BKPPD. Dari sanalah yang kemudian mengajukan ke KemenPAN-RB," kata Ning.
Hingga akhirnya Dinkes terpaksa merekrut TKPK. Mengingat jika harus menunggu pencabutan moratorium yang belum jelas waktunya, akan berdampak pada pelayanan kesehatan.
Untuk posisi yang akan ditempati para TKPK di antaranya dokter, perawat, paramedis dan analis. "Untuk gaji jelas di atas UMR lah. Kan ada aturannya," tandas Ning.