← Beranda
Kapolri Optimis Pilkada di 171 Daerah Berjalan Aman
Sari Hardiyanto• Senin, 12 Maret 2018 | 01.21 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meyakini pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar di 171 daerah tahun ini akan berjalan dengan aman, tidak seperti yang di Jakarta beberapa waktu lalu yang sempat menimbulkan permasalahan.


"Tidak akan ramai seperti di Jakarta. Karena di Jakarta ada komponen-komponen yang bersatu, bertemu," katanya dalam dialog Nasional Indonesia Maju di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Minggu (11/3).


Komponen yang dimaksudkannya, ialah masalah agama dari salah satu pasangan calon. Kemudian kekerasan yang dipicu oleh perbedaan kesukuan.


Selanjutnya adalah kemunculan pihak yang tidak nyaman dengan cara berbicara salah satu pasangan calon. Serta adanya konflik antara partai pendukung pemerintah dengan yang oposisi. "Di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, komponen ini tidak bersatu. Jadi InsyaAllah bisa kami kendalikan," tuturnya.


Lanjutnya, kemungkinan konflik yang muncul pada Pilkada nanti menurutnya dari kelompok-kelompok kecil yang tak akan merembet ke daerah lain. Salah satu pemicunya dengan penyebaran berita bohong atau hoax melalui jejaring sosial. "Masyarakat harus melakukan verifikasi terhadap informasi yang tersebar," ucapnya.


Proses demokrasi agar tetap berjalan mulus ini dirasa cukup penting, karena merupakan kunci stabilitas keamanan. "Jangan sampai ada penjatuhan di tengah jalan. Kunci stabilitas keamanan itu pemerintahan selesai pada waktunya dan pesta demokrasi bisa berjalan mulus," ucapnya.


Terlebih keamanan berkorelasi dengan perekonomian. Ketika ekonomi yang baik berupa peningkatan kesejahteraan rakyat, pelanggaran hukum juga akan menurun.


"Keamanan juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan juga kesejahteraan. Kalau seandainya situasi aman, pelaku usaha dapat berjalan, pertumbuhan ekonomi meningkat. Sebaliknya kerusuhan ketakutan, konflik sosial terjadi, semua konstan," pungkasnya.


Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, stabilitas keamanan memang menjadi salah satu indikator yang perlu dijaga untuk mendorong investasi, ekspor, maupun pertumbuhan ekonomi.


"Aparat keamanan bukan mengamankan tapi malah gangguin. Maka lama-kelamaan ekspornya tidak akan kompetitif, Karena sibuk ngurusin hal itu, padahal harus berkompetisi dengan negara lain," kata dia.

EDITOR: Sari Hardiyanto