← Beranda
Luhut Sebut 3T dan Prokes Kunci Penanganan Covid-19 di Bali
Latu Ratri Mubyarsah• Jumat, 13 Agustus 2021 | 21.05 WIB
Kompleks Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput. Aditya Pradana Putra/Antara
JawaPos.com–Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, 3T (testing, tracing, dan treatment) jadi kunci penanganan Covid-19 di Bali. Selain 3T, dibutuhkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan.

Dalam kunjungan ke sejumlah lokasi di Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar, Bali, Kamis (12/8), Menko Luhut meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Hal itu akan berdampak pada citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, yang akan lebih disorot dalam hal kedisiplinan protokol kesehatan (prokes).

”Mohon untuk upacara keagamaan yang agar sementara ini diperketat prokesnya. Sebab, selalu ada laporan setelah acara tersebut angka Covid-19 langsung meningkat signifikan karena berkerumun,” kata Menko Luhut seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/8).

Menko Luhut mengungkapkan, mitigasi penanganan Covid-19 di Provinsi Bali dinilai masih harus dioptimalkan. Pasalnya, meski tingkat vaksinasi di Pulau Dewata tinggi, kasus Covid-19 juga masih tinggi.

”Bali itu 91 persen sudah vaksin, harusnya sudah bagus. Tapi ini masih stagnan, belum turun, sementara tempat-tempat lain sudah turun,” kata Menko Luhut.

Luhut menegaskan, seluruh kabupaten di Provinsi Bali harus menyediakan isolasi terpusat (isoter) dengan fasilitas lengkap mencakup tempat, persediaan makanan, tenaga kesehatan, fasilitas olahraga, dan telemedicine. ”Buleleng saya kira bisa dibuat menjadi model. Dari sekian ratus orang yang sudah masuk isoter, belum ada yang meninggal satupun, success rate-nya tinggi,” ujar Menko Luhut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikit memastikan persediaan obat di Bali cukup. ”Kita juga sudah mendapatkan bantuan dari Singapura dan Morowali dan telah mengirim lebih dari 300 buah oxygen concentrator untuk rumah sakit-rumah sakit di Bali,” papar Budi Gunadi.

Budi meminta agar pemerintah Bali tidak perlu ragu-ragu dalam menggencarkan 3T. ”Kalau positif tidak apa-apa, setelah ketahuan langsung dibawa ke isoter supaya tidak menular. Jangan takut tes dan jangan takut melaporkan hasil tes, justru semakin banyak yang melaporkan akan semakin bagus,” ujar Menkes Budi Gunadi.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah