← Beranda
Erupsi Gunung Marapi Sumbar, Wilayah Nagari Lasi Jadi Gelap karena Hujan Abu Vulkanik
Tazkia Royyan Hikmatiar• Senin, 4 Desember 2023 | 01.57 WIB
ILUSTRASI: Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik dan erupsi sebanyak tujuh kali hingga Sabtu (7/1) siang. Antara

JawaPos.com - Tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam, Ade Setiawan, menyebut bahwa hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi terjadi di beberapa wilayah yang dekat dengan gunung, salah satunya di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Gunung Marapi tersebut meletus pada hari ini Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB disertai gemuruh dan ledakan besar yang dirasakan warga sekitar. 
 
Dilaporkan dari lokasi langsung, Ade menjelaskan bahwa hujan abu vulkanik itu turun dengan intensitas tinggi hingga membuat suasana Nagari Lasi menjadi sangat pekat dan gelap.
 
Baca Juga: Banjir di Ruas Jalan Jaksel Sudah Surut Seluruhnya
 
“Hujan abu cukup pekat dan gelap terjadi di Nagari Lasi, Canduang. Sekarang sudah berhenti,” ungkapnya. 
 
Saat ini, tim BPBD Kabupaten Agam bersama dengan PMI telah membagikan masker kepada masyarakat. Warga juga diimbau tidak keluar rumah mengingat intensitas hujan abu vulkanik yang tinggi dan dapat berdampak pada kesehatan.
 
“Masyarakat sudah dibagi masker dan diingatkan agar tetap di dalam rumah,” kata Ade.
 
Sementara itu, hujan abu vulkanik juga terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Pua. Akan tetapi, intensitasnya rendah dengan durasi yang tidak terlalu lama. Hal itu diduga karena arah angin yang cenderung mengarah ke wilayah Kecamatan Canduang.
 
Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Kepala BNPB Doni Monardo Meninggal Dunia
 
“Hujan abu di Sungai Pua tidak terlalu pekat. Karena arah angin ke menuju ke Canduang,” jelas Ade.
 
Hingga saat ini, Tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI terus menyisir Kecamatan Sungai Pua dan Canduang guna antisipasi, kaji cepat dan berkoordinasi dengan para wali nagari. Belum ada laporan mengenai dampak korban jiwa maupun kerugian material dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
EDITOR: Bintang Pradewo