← Beranda
Awal Tahun Baru 2026, Gempa M 5,6 Guncang Tanimbar dan Karatung Pagi Ini
Ryandi Zahdomo• Kamis, 1 Januari 2026 | 18.18 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Freepik)

 

JawaPos.com-Awal Tahun 2026, gempa beruntun M 5,0 dan M 5,6 skala richter mengguncang Sulut serta Tanimbar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya dua gempa bumi berkekuatan cukup besar yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (1/1) pagi.

Gempa pertama dengan kekuatan Magnitudo 5,0 terpantau terjadi di wilayah Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Tak berselang lama, guncangan yang lebih kuat dengan Magnitudo 5,6 kembali tercatat di perairan Tanimbar. 

Meski cukup besar, dipastikan dua gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami.  "Tidak berpotensi Tsunami," tulis akun Instagram @infobmkg. 

Detail Lokasi Gempa Hari Ini

Berikut adalah rincian koordinat dan kedalaman dua gempa tersebut:

1. Gempa Pulau Karatung, Sulut

Kekuatan: Mag 5,0

Lokasi: 4.99 LU, 127.36 BT (40 km Timur Laut Pulau Karatung, Sulut)

Kedalaman: 96 Km

2. Gempa Barat Laut Tanimbar

Kekuatan: Mag 5,6

Waktu: 10:05:25 WIB

Lokasi: 6.58 LS, 130.03 BT (209 km Barat Laut Tanimbar)

Kedalaman: 189 Km

Waspada Potensi Gempa Susulan

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat dua guncangan tektonik ini. 

Memahami Penyebab Gempa Bumi

Secara ilmiah, gempa bumi bukanlah fenomena yang terjadi secara acak tanpa alasan. Kondisi ini merupakan bagian dari aktivitas alami kerak bumi.

Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. 

Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Pastikan Anda selalu memiliki rencana evakuasi mandiri, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan bencana gempa. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan