← Beranda
Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Sukses Jual Hasil Laut Lewat TikTok Live
Nanda Prayoga• Rabu, 15 April 2026 | 13.59 WIB
Mama Redha, nelayan perempuan Sumba yang sukses jual hasil laut lewat TikTok Live. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang melimpah, Indonesia menjadi tempat bergantungnya kehidupan banyak nelayan di berbagai daerah. Umumnya, hasil tangkapan laut dibawa ke pasar atau tempat pelelangan untuk dijual.

Namun, di Sumba, tepatnya di kawasan wisata Pantai Walakiri, ada kisah berbeda dari seorang nelayan perempuan yang memasarkan hasil lautnya dengan cara yang unik.

Katredha Lodo (32), yang akrab disapa Mama Redha, merupakan nelayan perempuan asal Sumba yang telah terbiasa melaut sejak usia muda. Dalam kesehariannya, ia menangkap berbagai hasil laut seperti ikan, gurita, siput gonggong, sayur laut, hingga kerang. Ia menggunakan tombak besi untuk berburu saat air laut surut.

Mama Redha menceritakan pengalamannya sebagai nelayan perempuan di Pantai Walakiri, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Rahasia 6 Zodiak Paling Moncer April 2026: Rezeki Lancar, Karier Melonjak Stabil dan Harmonis

“Laut sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya. Sejak kecil, saya sudah diajak melaut oleh ayah saya, mencari siput, gurita, ikan, dan lain-lain untuk kami jual ke rumah makan atau konsumsi harian masyarakat di sini,” ungkap Mama Redha.

Dalam sepekan, ia mampu mengumpulkan sekitar 9 hingga 10 kilogram hasil laut. Jadwal melautnya tidak menentu karena bergantung pada fase bulan yang memengaruhi pasang surut air laut. Saat air pasang, ia memilih tidak melaut dan fokus menjual hasil tangkapan yang sudah ada.

Keunikan Mama Redha terletak pada cara ia memasarkan produknya. Ia menjadi nelayan perempuan pertama di wilayahnya yang menjual hasil laut melalui media sosial.

“Awalnya saya tidak bermaksud menjual di media sosial. Siang itu, saya hanya memfoto saja tangkapan saya. Lalu saya tuliskan caption: Berkat dari laut hari ini. Ternyata banyak warga yang akhirnya tertarik dan justru ingin membeli. Sejak itu, saya jadi memakai media sosial untuk menjual hasil laut”, ujar Mama Redha.

Meski belajar secara mandiri, ia terus mengembangkan kemampuannya. Kini, selain mengunggah foto, ia juga aktif menjual hasil laut lewat TikTok Live sebagai seorang streamer.

“Saya pernah diejek orang saat berjualan. Dia bilang, masa perempuan cantik jualan produk yang berbau amis di media sosial? Tapi saya pikir, untuk apa saya malu menjual hasil laut di media sosial? Saya yakin produk ini segar dan terbukti, permintaan selalu ada. Setiap saya posting dan live, semua tangkapan pasti laku terjual”, kenang Mama Redha.

Berkat pemanfaatan teknologi digital, jangkauan pasarnya semakin luas. Bahkan, sejumlah restoran lokal kini menjadi pelanggan tetapnya karena kualitas hasil laut yang segar.

Baca Juga: Penayangan Yumi's Cells 3 Dapat rating Baik, Drama Climax Mendapat Dukungan

“Terkadang malah saya yang tidak bisa memenuhi permintaan, karena tangkapan laut sangat dipengaruhi oleh pasang surut air lautnya. Jadi sering kali stoknya habis padahal permintaan tinggi”, ungkap Mama Redha.

Meski usahanya berjalan lancar, ia menyadari pentingnya memiliki sumber penghasilan lain. Pada 2024, ia bergabung sebagai mitra Amartha dan mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp5 juta yang digunakan untuk membuka warung kelontong.

“Karena hasil laut tidak terlalu stabil dan sangat dipengaruhi oleh gerak bulan, saya berpikir untuk memiliki pendapatan sampingan dengan membuka warung kelontong. Untung saja ada Amartha, yang mau meminjamkan modal tanpa agunan. Sekarang saya jadi punya warung kelontong”, jelas Mama Redha.

Sebelum kembali menjadi nelayan, Mama Redha sempat bekerja di pabrik cengkeh sebagai pemantau pertumbuhan tanaman. Namun, ia memutuskan berhenti karena kondisi kesehatannya menurun hingga mengalami batu ginjal.

“Mungkin saya memang tak boleh berpisah dari laut. Setelah kembali menjadi nelayan, saya tidak pernah sakit. Padahal angin laut dan ombak bisa saja membuat sakit, kan?”, ungkap Mama Redha sambil tertawa.

Dari hasil kerja kerasnya sebagai nelayan dan pemilik warung, ia berhasil membeli sepeda motor serta membangun rumah permanen dari beton. Ke depan, ia berencana terus mengembangkan usahanya dengan mengajukan pinjaman yang lebih besar.

“Cita-cita saya, ingin punya warung makan seafood sendiri. Dari hasil tangkapan laut yang segar, dan dimasak dengan bumbu lokal. Maka dari itu, pinjaman modal akan sangat membantu untuk mengembangkan kuliner laut di Walakiri”, tutup Mama Redha.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan