← Beranda
Detik-detik Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Jauhi Pos 7
Rian Alfianto• Minggu, 27 September 2026 | 15.02 WIB
Viral kemunculan Blue Fire di Gunung Papandayan. (BBKSDA Jabar).

JawaPos.com - Fenomena blue fire kembali terlihat di sekitar Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, pada Kamis (24/9). Kemunculan nyala api biru itu terpantau dalam pemantauan malam kedua dan berada di sekitar Pos 7 yang berdekatan dengan jalur pendakian utama.

Kemunculan fenomena langka tersebut membuat wisatawan untuk sementara tidak diperbolehkan melakukan pendakian maupun melintas menuju Pos 7.

Pembatasan dilakukan karena kawasan tersebut berpotensi memiliki paparan gas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Dukung Siswa Belajar, Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya & Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari akun Instagram Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, pemantauan dilakukan bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Stasiun Pengamatan Gunung Papandayan serta PT AIL.

Pada malam kedua, blue fire terlihat lebih menyempit dibandingkan kemunculannya pada malam sebelumnya.

Meski area kemunculannya disebut lebih menyempit, kondisi tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Tim PVMBG akan melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi dan kandungan gas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Badan Geologi Periksa Fenomena Api Biru di Kawah Gunung Papandayan

Kenapa Wisatawan Diminta Menjauhi Pos 7?

Pembatasan akses menuju Pos 7 berkaitan dengan potensi bahaya gas vulkanik di sekitar lokasi kemunculan blue fire.

Karena itu, wisatawan tidak hanya diminta menghindari titik munculnya nyala biru, tetapi juga untuk sementara tidak melintas menuju kawasan Pos 7 sampai terdapat informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Sementara itu, aktivitas wisata di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan tetap dibuka dengan pembatasan. Artinya, tidak seluruh kawasan wisata ditutup, tetapi terdapat bagian tertentu yang aksesnya dibatasi sebagai langkah mitigasi.

Pembatasan juga memberikan kesempatan kepada petugas dan tim terkait untuk melakukan pemeriksaan tanpa terganggu aktivitas wisatawan.

Baca Juga: Gunung Ile Lewotolok Catatkan 5.350 Erupsi Selama September, Penutupan Kawasan Terus Berlanjut

Blue Fire Terlihat Saat Malam Gelap

Blue fire sendiri bmerupakan fenomena berupa nyala api berwarna biru yang muncul ketika gas belerang atau sulfur bersuhu tinggi keluar dari celah batuan vulkanik dan terbakar setelah bersentuhan dengan oksigen di udara.

Fenomena ini lebih mudah terlihat pada malam hingga menjelang dini hari karena nyala biru tersebut kontras dengan kondisi lingkungan yang gelap.

Gas sulfur yang terbakar dapat menghasilkan suhu sekitar 600 derajat Celsius. Karena itu, kemunculan blue fire di kawasan gunung api bukan sekadar fenomena visual yang menarik untuk dilihat, tetapi juga berkaitan dengan aspek keselamatan.

Di Indonesia, fenomena blue fire paling dikenal di Kawah Ijen, Jawa Timur. Namun, fenomena serupa juga dapat muncul di Gunung Papandayan.

Kemunculan terbaru di Kawah Manuk membuat kawasan sekitar Pos 7 menjadi perhatian. Sambil menunggu hasil pemeriksaan PVMBG, wisatawan yang berada di Gunung Papandayan perlu mengikuti pembatasan akses yang ditetapkan petugas.

EDITOR: Banu Adikara