← Beranda
Kuliah Umum di UMSU, Kapolri Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Hadapi Indonesia 2045
Dhimas Ginanjar• Senin, 28 September 2026 | 19.39 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (28/9/2026). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Masa depan Indonesia pada 2045 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi juga kualitas generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. Karena itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mendorong mahasiswa mempersiapkan diri sejak dini menghadapi berbagai perubahan.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026, Senin (28/9/2026).

Di hadapan ribuan mahasiswa, Kapolri menekankan pentingnya kemampuan membaca perubahan, beradaptasi terhadap tantangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kuliah umum tersebut berlangsung pukul 10.27 WIB setelah rangkaian pembukaan PKKMB. Kegiatan itu dihadiri jajaran pimpinan UMSU, PP Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forkopimda Sumatera Utara, serta unsur pimpinan Polri.

Kapolri menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari momentum bonus demografi Indonesia. Dalam paparannya, Indonesia disebut memiliki sekitar 290,1 juta penduduk dan akan memasuki periode bonus demografi pada 2030–2035.

Menurut Kapolri, momentum tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan akademik. Generasi muda juga didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat, membangun karakter dan integritas, menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, serta berani berkarya.

Mahasiswa juga dipersiapkan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu memberikan teladan, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kehidupan kampus dan masyarakat. Di perguruan tinggi, mahasiswa didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, menjaga keamanan dan ketertiban kampus, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi.

Di luar kampus, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung pembangunan, mendorong kemajuan masyarakat, sekaligus menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.

Pesan tersebut disampaikan di tengah perubahan lingkungan strategis global yang berlangsung cepat. Kapolri memaparkan perkembangan geopolitik, tekanan ekonomi, perubahan iklim, serta akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan yang dapat membawa dampak berantai terhadap Indonesia.

Kondisi tersebut menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan mampu mengambil keputusan tanpa kehilangan arah.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” menjadi pesan kuat dalam materi kuliah umum tersebut.

Pendidikan di UMSU, dengan demikian, tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan. Kampus juga menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi yang mampu mengisi pembangunan dan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

PKKMB UMSU 2026 sendiri diikuti 6.027 mahasiswa dari berbagai bidang pendidikan. Bidang tersebut meliputi agama, pendidikan, sosial-politik, pertanian, ekonomi, hukum, teknik, ilmu komputer dan teknologi informasi, kedokteran hingga jenjang pascasarjana dan doktoral.

EDITOR: Dhimas Ginanjar