← Beranda
Gibran Minta Hasil Investigasi Keracunan MBG di Batang Dibuka ke Keluarga Korban
Bayu Putra• Senin, 28 September 2026 | 23.59 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming berdialog dengan orang tua siswa SDN Pasusukan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026). (Setwapres)

JawaPos.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta hasil investigasi dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang dibuka.

Keluarga para korban harus mendapatkan informasi secara utuh mengenai penyebab anak-anak mereka sakit setelah mengonsumsi MBG.

Hal itu disampaikan Gibran saat berdialog dengan orang tua siswa terdampak keracunan MBG di SDN Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

"Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang," katanya, sebagaimana dilansir dari Antara. Senin (28/9).

Baca Juga: Ribuan Siswa Tolak MBG Meski Tetap Dibagikan, Pemkab Bantul Lakukan Survei Agar Tak Mubazir

Gibran juga meminta maaf kepada keluarga korban, dan memastikan pemerintah menindaklanjuti keluhan mereka serta mengoptimalkan penanganan para korban.

"Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," katanya.

Dalam dialog tersebut, salah seorang orang tua siswa, Faizun meminta pemerintah mengevaluasi program MBG dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," jawab Gibran.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan penanggung jawab tunggal untuk mengoordinasikan penanganan korban.

Baca Juga: Bertolak ke Batang, Gibran Desak Investigasi Keracunan MBG Dituntaskan

"Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga," katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat hingga Senin (28/9) pukul 07.00 WIB, sebanyak 674 orang menjadi korban dugaan keracunan MBG. Dari jumlah itu, 34 pasien masih menjalani perawatan.

Kasus tersebut sebelumnya terjadi pada penerima manfaat MBG dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang.

Pemkab Batang telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna memastikan penyebab kejadian.

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok MBG kepada para korban juga distop sementara sembari menanti proses pemeriksaan.

Baca Juga: Wapres Gibran ke Batang, Pastikan Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG

EDITOR: Bayu Putra