← Beranda
Sopir Truk Blokade Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Antrean Kendaraan Capai 18 Km
Dadang Kurnia• Selasa, 29 September 2026 | 01.28 WIB
Ilustrasi antrean kendaraan roda empat pemudik di area parkir utama Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, jawa Timur (ANTARA/Novi Husdinariyanto)

JawaPos.com - Kemacetan masih terjadi di akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, imbas aksi unjuk rasa dan blokade oleh sopir truk pada Sabtu (26/9). 

Hingga Senin (28/9) pagi, antrean kendaraan yang didominasi angkutan logistik rute Jawa-Bali masih mengular hingga 18 kilometer.

Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Bintang Felfian mengatakan, aksi protes para sopir sebenarnya telah berakhir. 

Akses keluar masuk pelabuhan di pintu dermaga juga sudah kembali dibuka sepenuhnya untuk melayani kendaraan.

Baca Juga: Kepergok Bawa 1 Ton Selada hingga Ayam, Sejumlah Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Dicegat Petugas

Namun, dampak kelumpuhan imbas pemblokiran akhir pekan lalu masih sangat terasa di sisi Banyuwangi.

"Pantauan ekor jam 07.00 WIB tadi ada di Pasar Wongsorejo atau macet sekitar 18 kilometer," kata Bintang.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, di mana arus lalu lintas dilaporkan sudah lancar tanpa antrean berarti.

Merespons situasi darurat lalu lintas ini, ASDP memfokuskan seluruh unsur terkait untuk memulihkan layanan operasional.

Fokus utama pihak pelabuhan saat ini adalah mengurai antrean tersebut secara bertahap tanpa mengabaikan aspek keselamatan pelayaran.

Baca Juga: Panjang Antrean di Pelabuhan Ketapang Kian Pendek, Penyeberangan Antarpulau Mulai Lancar

Sebagai siasat di lapangan, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menerapkan strategi pemisahan beban kendaraan.

Kendaraan berat dengan muatan di atas 30 ton langsung diarahkan masuk ke kapal jenis LCM (Landing Craft Machine).

"Sementara itu, kendaraan dengan muatan di bawah 30 ton menggunakan armada kapal reguler," ucapnya.

Demi memangkas waktu tunggu yang sangat merugikan rantai pasok logistik, ASDP saat ini mengoperasikan 25 armada kapal secara penuh dan non-stop.

Percepatan siklus bongkar muat kapal, mulai dari proses sandar hingga keberangkatan, terus dipacu melalui koordinasi antara petugas dan operator.

Baca Juga: Kenaikan Volume Kendaraan Serta Perbaikan Bikin Antrean di Ketapang Capai Belasan Kilometer

"Kami mengimbau pengguna jasa tetap mengikuti arahan petugas agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan tertib dan optimal," kata dia.

 

EDITOR: Bayu Putra