JawaPos.com - Produksi susu segar dalam negeri (SSDN) saat ini baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Artinya, sekitar 80 persen kebutuhan susu Indonesia masih bergantung pada impor.
Kondisi ini menjadi salah satu sorotan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/9/2026).
Dirjen PKH Kementan Agung Suganda mengatakan pemerintah menargetkan penurunan ketergantungan impor dengan menambah sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029.
Baca Juga: Dari Peternakan hingga Restoran, Begini Cara Menjaga Ayam Goreng Tetap Krispy dan Juicy
Namun, peningkatan populasi sapi dinilai tidak cukup tanpa penguatan ekosistem peternakan. Persoalan pakan, kesehatan ternak, pembiayaan, kualitas bibit, hingga kepastian penyerapan susu juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas peternak rakyat.
“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. KUTT Suka Makmur menunjukkan bagaimana koperasi berperan sentral menyediakan pakan, pembiayaan, hingga layanan kesehatan bagi para anggotanya.” ujar Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi dalam keterangan tertulis yang diterima.
Menurutnya, KUTT Suka Makmur sendiri menghimpun lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 sapi perah dan produksi sekitar 35 ton susu segar per hari. Koperasi menyediakan sejumlah layanan bagi peternak, mulai dari pakan, kesehatan ternak, pembiayaan hingga penampungan hasil produksi.
Baca Juga: Resep Puding Karamel Susu Lembut, Jadi Cemilan Segar Keluarga
Selain persoalan produksi, kunjungan tersebut menyoroti keberadaan Sapi Grati sebagai rumpun sapi perah dataran rendah yang dinilai memiliki kemampuan adaptasi terhadap iklim tropis.
Di sisi lain, Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin menilai kepastian pasar dan kemitraan yang seimbang menjadi bagian penting agar peternak dapat berkembang.
“Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan. Kemitraan yang sehat akan membuka ruang agar peternak berkembang, koperasi semakin kuat, dan industri mendapatkan pasokan susu berkualitas prima,” kata Evi.
Untuk mendorong produksi domestik, Kementan menyiapkan skema pembiayaan bagi peternak rakyat, termasuk subsidi uang muka pengadaan sapi, asuransi usaha ternak, kandang terstandar, dan modernisasi alat perah melalui kerja sama dengan perbankan.
Tantangannya, peningkatan produksi susu nasional tidak hanya bergantung pada penambahan jumlah sapi, tetapi juga kemampuan membangun rantai pasok yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara konsisten dan mendapatkan kepastian pasar.