JawaPos.com - Peristiwa pengibaran Bendera Bintang Kejora di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) disebut merupakan inisiatif Komite Nasional Papua Barat (KNPB), bukan dirancang atau digerakkan mahasiswa USTJ.
Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ Aleksx Omiage Yow, kampus merupakan ruang pendidikan yang harus dijaga sebagai tempat belajar, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta mempersiapkan generasi muda Papua untuk mengambil bagian dalam pembangunan.
”Karena itu, kami tidak ingin mahasiswa USTJ ditempatkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan pihak lain,” kata Aleksx Omiage Yow.
Baca Juga: Kemenag Gelontorkan Rp 85,84 Miliar untuk Pemulihan Ratusan Madrasah Terdampak Bencana Sumatera
BEM USTJ memahami pemerintah dan aparat keamanan memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban umum.
Menurut Aleksx Omiage Yow, dalam konteks Papua, keamanan dan stabilitas merupakan bagian penting untuk memastikan pendidikan, pembangunan, pelayanan publik, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.
”Karena itu, kami tidak menempatkan mahasiswa sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah dalam upaya menjaga keamanan,” ujar Aleksx Omiage Yow.
Baca Juga: Usung Konsep Baru, Gandrung Sewu Banyuwangi Digelar Malam Hari pada 24 Oktober
Sebaliknya, BEM mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Papua.
Pihaknya juga memahami aparat menjalankan tugas untuk mencegah berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
”Upaya tersebut harus tetap dilakukan berdasar fakta, hukum, dan informasi yang jelas sehingga tidak ada pihak yang menjadi korban yang tak perlu,” tandas Aleksx Omiage Yow.
”Kami mendorong aparat kepolisian menjelaskan secara terbuka identitas pihak yang sebenarnya terlibat dalam pengibaran tersebut,” ungkap Aleksx Omiage Yow.
Kejelasan informasi itu penting, menurut dia, agar mahasiswa tidak terus-menerus ditempatkan sebagai pihak yang harus menanggung stigma akibat tindakan pihak lain.
”Bagi kami, penegakan hukum yang transparan akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar," tegas Aleksx.
Baca Juga: Wapres Gibran Minta Maaf kepada Pasien Dugaan Keracunan Makanan di Batang
Dia menyatakan, tidak ingin tindakan apa pun mencoreng reputasi mahasiswa maupun USTJ.
Sebagai generasi muda Papua, dia menambahkan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyikapi setiap persoalan dengan kedewasaan, tanggung jawab, dan cara-cara yang tidak merugikan masyarakat.
”Kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hukum, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas,” ujar Aleksx Omiage Yow.
Baca Juga: Kemenpar dan FOKBI Gelar Aksi Solidaritas untuk NTT lewat Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante
”Kami ingin USTJ tetap menjadi tempat lahirnya generasi Papua yang terdidik, kritis, damai, dan mampu berkontribusi bagi Indonesia," imbuh dia.
"Kami mendukung pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus meminta agar mahasiswa diperlakukan secara adil berdasar fakta,” ucap Aleksx.