← Beranda
14 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Siaga di Dua Sekolah
Dimas Choirul• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14.53 WIB
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora bersama Puskesmas Tunjungan mendatangi SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup untuk memeriksa sejumlah siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan (Dok Radar Pati).

JawaPos.com - Sejumlah siswa di SDN 1 dan SDN 3 Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora bersama Puskesmas Tunjungan mendatangi kedua sekolah untuk memeriksa sejumlah siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan.

 

Dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group) pada Sabtu (3/10), petugas memanggil siswa yang mengalami keluhan untuk menjalani pemeriksaan. Beberapa siswa yang membutuhkan penanganan juga diberikan obat.

 

Kepala Sekolah SDN 1 Tutup Mustopa Kamal Riyanto mengatakan, masih terdapat lima siswa yang mengeluhkan sakit perut. Sebagian siswa sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), sedangkan siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah diperiksa petugas kesehatan.

 

“Yang masih ada rasa sakit perut maupun pusing diperiksa lagi petugas puskesmas dan diberi obat. Lima siswa masih mengeluhkan sakit perut,” ujar Kamal.

 

Jumlah siswa di SDN 1 Tutup yang mengalami keluhan juga bertambah. Sebelumnya, 13 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Kemudian, seorang siswa kelas V mengalami keluhan serupa sehingga jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah tersebut menjadi 14 orang. Pihak sekolah kini melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa.

 

Keluhan kesehatan tersebut muncul setelah sebelumnya terdapat laporan serupa di sekolah lain yang berada di Desa Tutup. Kondisi serupa juga dilaporkan di SDN 3 Tutup. Kepala SDN 3 Tutup Sri Wulandari menyebut terdapat empat siswa yang mengalami mual-mual setelah menyantap menu MBG.

 

“Kami pantau terus kondisinya,” kata Kepala Sekolah SDN 3 Tutup Sri. Petugas kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang mengalami keluhan di kedua sekolah tersebut.

 

Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait. 

 

EDITOR: Diar Candra