JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya Puteri Permata Sani menjelaskan peringatan ini berlaku efektif mulai Selasa (6/10) pukul 07:00 WIB hingga Jumat (9/10) 07:00 WIB.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola pergerakan angin di perairan Jawa Timur saat ini didominasi hembusan dari arah Timur hingga Tenggara.
"Kecepatan angin berkisar antara 8 hingga 28 knots. Kondisi cuaca secara umum cerah berawan," ujarnya Senin (5/10).
Peringatan dini paling krusial ditujukan bagi wilayah perairan pesisir selatan Jawa Timur. BMKG mencatat ada peluang terjadinya gelombang tinggi dengan kategori sangat berbahaya. Yakni antara 2,5 hingga 4,0 meter.
“Gelombang tinggi ini berpotensi terjadi di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Malang,” ucapnya.
Selain pesisir selatan, sejumlah perairan di Jawa Timur juga berpeluang diterjang gelombang laut dalam kategori sedang hingga tinggi. Kategori ini berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Wilayah yang diprakirakan terdampak meliputi Perairan Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kepulauan Kangean bagian selatan, Kepulauan Sapudi bagian selatan, Situbondo bagian timur, Gresik bagian utara, dan Bangkalan bagian utara.