← Beranda
Pemuda Gresik Sukses Tembus Pasar Ekspor Maladewa Bermodal 250 Gram Vanili
Dadang Kurnia• Jumat, 9 Oktober 2026 | 01.03 WIB
Karantina Jatim memeriksa Vanili yang akan dikirim ke Maladewa. (Karantina Jatim)

JawaPos.com - Mohammad Adam Roykhani, pemuda inspiratif asal Gresik yang mampu membuktikan bahwa ekspor bisa dimulai dari skala yang sangat kecil. Ia memupus stigma bahwa untuk menembus pasar internasional harus diawali pengiriman komoditas berkapasitas puluhan ton di dalam kontainer.

Adam sukses mengukuhkan dirinya sebagai eksportir setelah sukses mengirimkan 250 gram vanili senilai Rp 800 ribu ke Maladewa. Pengiriman ke negara kepulauan di Asia Selatan tersebut bukanlah yang pertama bagi Adam. Sebelumnya, pemuda ini juga telah berhasil mengekspor komoditas serupa ke pasar Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Pengalaman berharga ini menjadi sarana bagi Adam untuk mengenali secara langsung tata cara proses ekspor, sekaligus mengukur seberapa besar peluang produk lokal Indonesia bersaing di kancah global.

Keberhasilan Adam menembus pasar luar negeri tak lepas dari pendampingan ketat pihak berwenang. Balai Karantina Jawa Timur turut mengawal proses ini dengan melakukan tindakan karantina terhadap vanili sebelum diterbangkan.

Pemeriksaan komprehensif dilakukan guna memastikan komoditas tersebut memenuhi seluruh persyaratan standar karantina dan benar-benar bebas dari organisme pengganggu tumbuhan yang diwajibkan oleh negara tujuan.

Plt Kepala Balai Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan, generasi muda tidak perlu menunggu hingga usahanya berskala raksasa untuk mulai merambah pasar ekspor.

"Kami mendorong anak-anak muda untuk berani mengenal dunia ekspor. Tidak harus dimulai dalam jumlah besar, yang penting memahami proses, memenuhi persyaratan, dan menjaga kualitas produk," ujar Hudiansyah pada Kamis (8/10).

Menurut Hudiansyah, keberanian melakukan ekspor sejak usia muda akan menjadi bekal krusial. Hal ini melatih mereka memahami alur perdagangan internasional, mulai dari quality control produk, administrasi, hingga sertifikasi negara tujuan.

 

 

Ia menegaskan, pengiriman 250 gram vanili ke Maladewa ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku UMKM atau pemula bisa melangkah dari kuantitas kecil asalkan paham regulasi.

Hudiansyah menambahkan, instansinya tidak sekadar menjalankan fungsi perlindungan sumber daya hayati melalui razia atau pemeriksaan, tetapi juga proaktif memfasilitasi produk lokal agar lolos standar perdagangan internasional.

Dari jumlah yang relatif kecil tersebut, pengalaman ekspor diyakini dapat menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk memetakan karakter pasar, membangun jaringan konsumen global, dan merancang ekspansi bisnis ke skala yang lebih masif.

EDITOR: Diar Candra