JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan gedung tempat penemuan jenazah pria terborgol di Kendal, Jawa Tengah, beberapa waku lalu tidak berkaitan dengan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gedung tersebut disebut hanya memiliki kemiripan dengan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, pihaknya telah menelusuri informasi yang beredar dengan melakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan koordinator wilayah setempat.
“Setelah kami lakukan penelusuran di lapangan termasuk koordinasi dengan korwil setempat diketahui bahwa itu adalah gedung yang hanya mirip dengan gedung SPPG,” kata Tysa melalui pernyataannya yang diunggah di akun @badangizinasional.ri, Sabtu (10/10).
Dia menjelaskan, bangunan tersebut tidak memiliki identitas atau ID SPPG. Selain itu, tidak pernah ada kegiatan yang berkaitan dengan operasional SPPG di lokasi tersebut.
“Bahwa gedung tersebut tidak punya ID SPPG, tidak pernah terjadi kegiatan aktivitas yang berkaitan dengan SPPG di sana, dan gedung itu juga bukanlah gedung yang berkaitan, terkena dampak dari moratorium, dan saat ini juga tidak ada mitra BGN yang mengklaim memiliki gedung itu,” ujarnya.
Atas dasar penelusuran tersebut, BGN menyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan bangunan tempat penemuan jenazah itu.
“Artinya apa? Artinya gedung yang diduga mirip dengan gedung SPPG itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan Badan Gizi Nasional,” tegas Tysa.
Meski demikian, BGN menyampaikan belasungkawa atas peristiwa penemuan jenazah tersebut.
“Tapi tentu saja kami juga mengucapkan turut berdukacita atas peristiwa tragis yang terjadi yaitu penemuan jenazah tersebut,” tukasnya.
Sebelumnya, dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), jasad seorang pria tanpa identitas ditemukan di lantai dua sebuah gedung di Desa Kebonadem, Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (6/10) pagi.
Temuan tersebut diketahui setelah warga mencium bau busuk yang cukup menyengat dari dalam bangunan. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk. Yang membuat warga semakin terkejut, tangan kiri korban berada dalam kondisi terborgol dan terikat pada teralis jendela.
Penemuan tersebut bermula sekitar pukul 04.00 WIB. Eko Mulyono, warga sekitar yang bekerja sebagai juru parkir, awalnya mencium aroma tidak sedap dari arah rumah kosong. Karena penasaran dengan sumber bau tersebut, ia kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pengecekan.
"Saya mencium bau busuk yang cukup menyengat sekitar pukul 04.00 WIB," kata Eko.
Sejumlah warga kemudian mendatangi bangunan tersebut. Kondisi rumah yang gelap membuat mereka harus menggunakan senter untuk memeriksa bagian dalam. Setelah menyusuri ruangan, warga akhirnya menemukan jasad seorang laki-laki di lantai dua.
"Saat saya naik ke lantai atas, ternyata ada mayat laki-laki dalam kondisi sudah membusuk," ujar Budiyanto.
Warga yang melihat kondisi korban kemudian menyadari tangan kirinya dalam keadaan terborgol dan terikat pada teralis jendela. Di sekitar lokasi juga ditemukan bercak darah. Kondisi tersebut membuat warga tidak berani melanjutkan pemeriksaan dan memilih segera melaporkan temuan tersebut kepada polisi.
"Saya langsung menghubungi Polsek Brangsong karena warga juga merasa takut," lanjut Budiyanto.
Petugas Polsek Brangsong bersama Polres Kendal kemudian mendatangi lokasi. Tim Inafis Polres Kendal turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan tempat kejadian perkara.
Baca Juga: Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN Rp 38 Triliun, jadi Rp 229 Triliun
Sejumlah warga yang mengetahui penemuan tersebut juga dimintai keterangan. Setelah proses awal di lokasi selesai, jasad pria tersebut dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)