JawaPos.com - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, dan Polri bergerak ke Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (10/10).
Tim gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga setelah banjir melanda kawasan tersebut akibat luapan Sungai Lubuk Minturun.
Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air Sungai Lubuk Minturun meningkat hingga meluap dan menggenangi permukiman penduduk.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD 4.340 per Troy Ounce Pekan Depan
Merespons kondisi tersebut, petugas gabungan segera melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Selain mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, petugas turut membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik masyarakat untuk meminimalkan kerugian akibat banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama dalam penanganan bencana tersebut.
“Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka,” kata Hendri, sebagaimana dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Grup), Minggu (11/10).
Petugas gabungan terus bersiaga di kawasan banjir untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat. Langkah evakuasi dan penyelamatan barang-barang milik warga dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh luapan sungai.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai maupun di kawasan yang memiliki potensi banjir.
Hendri meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi,” jelasnya.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir diharapkan terus memantau perkembangan ketinggian dan debit air sungai. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta segera mengambil langkah penyelamatan apabila kondisi dinilai membahayakan.
Kewaspadaan menjadi penting untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya debit air sungai apabila hujan deras kembali mengguyur. Koordinasi antara petugas dan masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan serta mengurangi risiko keselamatan warga terdampak banjir.