JawaPos.com - Akses permodalan hingga saat ini masih jadi kendala terbesar bagi para usaha kecil menengah (UKM). Selain karena adminstrasi yang kerap dipersulit, nilai pinjamannya pun terbatas.
CEO tangandiatas.com, Wisnu Sakti Dewobroto mengakui kondisi tersebut. Sebab, Startup miliknya yang merupakan komunitas wirausaha yang juga merasakan kendala tersebut.
Sejumlah UKM yang tergabung dalam TDA sering kesulitan dengan masalah permodalan. "Itu pasti ada. Itu permasalahan klise. Pada saat dia naik kelas itu ada permasalahan modal yang dibutuhkan," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/2).
Meski demikian, kendala tersebut bukan tanpa solusi. Dengan kondisi tanpa bantuan suntikan dana dari pihak luar, TDA justru membantu permodalan UKM dengan omset Rp 300 juta per bulan dengan cara patungan.
Patungan itu dilakukan oleh UKM yang telah mendapat omset besar, yakni berkisar Rp 1 miliar hingga Rp 50 miliar. Sistem kreditnya pun mudah.
"Jika memang temen-temen tidak ada akses ke bank, UKM besar itu patungan. Dalam bentuk pinjam dan bukan bunga, tapi bagi hasil," jelas dia.
Usai masalah permodalan terselesaikan, lanjut Wisnu, pihaknya akan membantu pengusaha kecil tersebut untuk bisa menjangkau pasar lebih luas lagi. Tujuannya jelas untuk peningkatan penjualan produk mereka.
"Masalah di UKM yang 300 juta bagaimana mereka dapet sales dulu. Baru setelah itu bagaimana kita ajarin evaluasi usaha mereka," tutupnya.