JawaPos.com - Satu persatu pelanggan kereta api antusias mencoba membuat batik atau mencanting yang disediakan di ruang tunggu Stasiun Gubeng Baru Surabaya, Jumat (2/10).
Kegiatan ini dihadirkan KAI Daop 8 Surabaya dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional (HBN).
Mengusung tema Batik Berlayar, KAI memberikan kesempatan kepada 50 penumpang untuk mencoba mencanting secara langsung.
Salah satu penumpang kereta api Helda mengungkapkan antusias mencoba mencanting. Pengalam ini merupakan yang pertama kali baginya.
“Iya, pertama kali. Seru, apalagi belum ada pengalaman membatik,” kata Helda ditemui JawaPos.com, Jumat (2/10/2026).
Helda terlihat menyimak satu persatu alur yang diberikan oleh pengrajin saat membatik. "Enggak susah, udah diajarin dulu sama ibunya (pengrajin)," jelasnya.
Helda pun menunjukkan hasil cantingannya yang masih sederhana. Meski mengaku masih belajar, ia menikmati pengalaman mencoba membuat batik sebelum berangkat ke Malang.
Tak hanya pengalaman membatik, peserta juga mendapatkan souvenir berupa selendang dan voucher.
Deputi PT KAI Daop 8 Surabaya Rachmad Zaini Kurniawan mengatakan kegiatan itu menjadi cara KAI mengenalkan proses membatik melalui pengalaman langsung.
“Kami memberikan kesempatan kepada 50 pelanggan untuk mencoba mencanting secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa merasakan proses membatik sekaligus memahami nilai dan manfaatnya sebagai bagian dari warisan leluhur Indonesia,” kata Rachmad.
Dalam kegiatan itu, KAI menggandeng UMKM Batik Bu Dar dari Mojokerto. Peserta diajari teknik dasar mencanting, mulai dari cara menggunakan canting hingga proses sederhana membatik.
Rachmad mengatakan, kegiatan seperti ini rutin dilakukan KAI saat ada momentum atau peringatan tertentu. Menurutnya, pengalaman membatik juga bisa dihadirkan di stasiun sehingga pelanggan dapat mengenal batik sambil menunggu atau sebelum melanjutkan perjalanan.
“Saat ini mereka mungkin harus ke Yogyakarta untuk merasakan membatik, nah kita sekarang munculkan di stasiun,” pungkasnya.