JawaPos.com - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat total volume bongkar muat sejak Januari hingga Agustus 2026 sebanyak 2.510.561 TEUs.
Angka itu naik 8,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.316.744 TEUs.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan menyatakan, capaian ini mempertegas komitmen perseroan dalam menjaga keandalan layanan bongkar muat.
Baca Juga: Kemenkop Klaim 85 Persen Manajer Kopdes Merah Putih Setujui Penempatan
"Sekaligus mendorong efisiensi rantai pasok logistik nasional secara berkelanjutan," papar Daniel.
Khusus pada Agustus 2026, lanjut dia, IPC TPK membukukan arus petikemas sebanyak 339.359 TEUs.
Angka tersebut mencatatkan kenaikan 10,3 persen jika dibandingkan dengan capaian Agustus 2025 yakni 307.559 TEUs.
Baca Juga: Mengenal Nvidia (NVDA) dan Cara Membeli Sahamnya
Daniel Setiawan menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan.
"Kami terus berfokus pada optimalisasi fasilitas terminal demi memberikan pelayanan terbaik, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh mitra bisnis dan lini pelayaran," ungkap Daniel.
Tren kenaikan volume bongkar muat ini ditopang kinerja solid di seluruh area operasi yang dikelola IPC TPK.
Terminal Teluk Bayur menjadi kontributor dengan lonjakan pertumbuhan tertinggi, yakni melonjak hingga 14,6 persen per Agustus 2026.
Sementara itu, Terminal Tanjung Priok yang berfungsi sebagai hub utama juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 13,2 persen.
Kinerja positif ini disusul Terminal Panjang dengan kenaikan 10,9 persen, serta Terminal Pontianak yang tumbuh 4,2 persen.
Baca Juga: Tiap Sektor Punya Persoalan Spesifik, Apindo: Revisi UU Ketenagakerjaan Perlu 'Flexicurity'
Konsistensi kinerja di seluruh wilayah operasi ini tidak lepas dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) operasional serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di lapangan.
Peningkatan efisiensi waktu sandar kapal (dwelling/port stay) dan percepatan proses bongkar muat menjadi kunci vital dalam menjaga stabilitas operasional IPC TPK.
Menghadapi sisa tahun berjalan, perseroan siap memperkuat keterikatan dengan para pelaku industri logistik untuk memastikan arus barang tetap lancar.
Baca Juga: Alasan Diperlukannya Kamar Pajak di MA, Sengketa Pajak Mendominasi Kamar TUN
"Memasuki triwulan akhir tahun 2026, IPC TPK akan terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di industri logistik dan kepelabuhanan," ujar Daniel.
"Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun melalui peningkatan efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa," imbuh Daniel.