JawaPos.com - Investasi untuk pengusaha UMKM tidak selalu berarti membeli saham atau menaruh uang di reksa dana.
Investasi usaha juga bisa berarti mengalokasikan dana untuk hal yang membantu bisnis berkembang, mulai dari peralatan usaha, kemampuan mengelola keuangan, sampai kemampuan memasarkan produk.
Kalau kamu sedang mencari investasi terbaik saat ini untuk usahamu, penting untuk memahami dulu bahwa bentuknya bisa sangat beragam, tergantung kondisi dan tujuan usaha yang kamu jalankan.
Oleh karena itu, di artikel ini akan dibahas lebih lanjut tentang apa itu investasi, 5 pilihan investasi terbaik saat ini untuk UMKM, serta cara memilihnya. Yuk, simak sampai akhir!
Apa Itu Investasi untuk UMKM?
Investasi usaha adalah alokasi dana ke sesuatu yang berpotensi mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan usahamu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Seperti yang sudah disebutkan, investasi usaha tidak selalu berupa instrumen keuangan seperti deposito, emas, atau reksa dana.
Baca Juga: PNM Gaet Kementerian UMKM Garap Program Laksmi, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Usaha Mikro Perempuan
Jadi, bagi kamu pengusaha UMKM, dana yang kamu miliki bisa diinvestasikan ke berbagai hal yang berpotensi mendukung pertumbuhan usahamu, misalnya:
- Peralatan dan aset usaha, seperti mesin produksi, blender, freezer, atau etalase yang dapat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja.
- Pemasaran digital, seperti pembuatan website, foto dan video produk, iklan digital, promosi di marketplace, atau kerja sama dengan content creator.
- Teknologi dan digitalisasi usaha, seperti ponsel untuk membuat konten, aplikasi pembukuan, QRIS, tripod, atau perangkat lain yang membantu kegiatan usaha.
- Keterampilan dan pengetahuan, seperti pelatihan literasi keuangan, pengelolaan usaha, perizinan, dan pemasaran digital.
- Pengembangan kapasitas usaha, termasuk peningkatan cara kerja, pengelolaan operasional, dan kemampuan mengembangkan usaha sesuai kebutuhan.
Pilihan Investasi Terbaik Saat Ini untuk UMKM
Berikut 5 pilihan investasi terbaik saat ini yang bisa kamu pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi usahamu sebagai pengusaha UMKM.
1. Investasi pada Peralatan dan Aset Usaha
Peralatan atau aset usaha bisa menjadi investasi yang membantu kamu meningkatkan kapasitas produksi. Nah, untuk kegiatan usahamu, kira-kira adakah pekerjaan yang bisa dilakukan lebih cepat atau jumlah produksi yang bisa ditingkatkan dengan peralatan tambahan?
Misalnya, blender baru untuk menambah kapasitas produksi minuman, freezer untuk menyimpan stok makanan, atau etalase untuk menata produk agar lebih mudah dilihat pelanggan.
Investasi ini bisa kamu pertimbangkan kalau jumlah pesanan usahamu semakin meningkat dan peralatan yang kamu punya sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Menambah atau mengganti peralatan bisa menjadi investasi terbaik untuk membantu kamu mengerjakan lebih banyak pesanan dengan waktu dan tenaga yang lebih efisien.
2. Investasi pada Pemasaran Digital
Kamu juga bisa menggunakan sebagian dana usaha untuk pemasaran digital. Misalnya, untuk membuat website, foto atau video produk, memasang iklan di media sosial, melakukan promosi di marketplace, atau bekerja sama dengan content creator.
Investasi ini bisa membantu produkmu dikenal oleh lebih banyak orang, termasuk calon pelanggan yang sebelumnya belum mengenal usahamu.
Namun, kalau modal masih terbatas, kamu tidak perlu langsung mengeluarkan biaya untuk kebutuhan promosi. Kamu juga bisa mulai dengan membuat konten sendiri dan rutin membagikannya di media sosial.
Jika sudah tahu konten seperti apa yang menarik perhatian calon pelanggan, kamu bisa mengalokasikan lebih banyak dana untuk iklan atau bekerja sama dengan content creator.
3. Investasi pada Teknologi dan Digitalisasi Usaha
Teknologi juga bisa menjadi salah satu investasi yang mendukung perkembangan usahamu. Misalnya, kalau kamu sering mempromosikan produk lewat media sosial, ponsel dengan kamera yang bagus akan sangat membantu kamu menghasilkan konten yang lebih menarik.
Kapasitas penyimpanan juga perlu diperhatikan, terutama kalau kamu rutin membuat konten. Penyimpanan yang besar membuat kamu bisa menyimpan lebih banyak foto dan video tanpa harus terus-menerus menghapus file lama karena memori penuh.
Jika sering membuat konten sendiri, kamu juga bisa menambahkan tripod atau lampu untuk memudahkan proses pengambilan foto dan video.
Selain dari segi perangkat, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi untuk menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Misalnya, pemasukan dan pengeluaran yang biasanya kamu catat di buku kas bisa langsung dicatat melalui aplikasi pembukuan.
Kamu juga bisa menyediakan QRIS untuk memudahkan pelanggan membayar tanpa uang tunai. Selain lebih praktis, setiap transaksi yang masuk bisa langsung tercatat secara digital sehingga lebih mudah kamu pantau.
Namun, tidak semua perangkat dan aplikasi di atas perlu kamu adakan sekaligus. Pilih yang paling kamu butuhkan dan benar-benar membantu kegiatan usahamu, tapi tidak mengganggu dana untuk kebutuhan utama seperti bahan baku, operasional, atau modal kerja.
4. Investasi pada Keterampilan dan Pengetahuan
Usahamu bisa saja terus berkembang, tetapi tanpa bekal untuk mengelolanya, hasil yang sudah susah payah kamu bangun bisa sulit dipertahankan.
Oleh karena itu, kamu bisa berinvestasi pada pengetahuan dengan mengikuti pelatihan yang sesuai dengan kebutuhanmu, seperti belajar mengatur keuangan, mengurus izin usaha, atau memasarkan produk melalui media sosial dan e-commerce.
Begitu ilmu tersebut kamu terapkan, hasilnya akan langsung terasa. Misalnya, setelah belajar mengatur keuangan, kamu jadi lebih paham ke mana saja uang usaha selama ini mengalir.
Setelah belajar pemasaran digital, kamu bisa menemukan cara yang lebih tepat untuk memperkenalkan produkmu ke calon pelanggan, bahkan sampai soal kemasan yang lebih menarik di mata pembeli.
Kamu juga tidak harus mengikuti pelatihan yang mahal. Ada berbagai program pelatihan dan pendampingan yang membantu pengusaha ultra mikro dan mikro mengembangkan usahanya, salah satunya adalah Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM.
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) adalah lembaga keuangan nonbank negara yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah naungan Danantara.
Sejalan dengan campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM menghadirkan berbagai pelatihan untuk membantu kamu mengembangkan kemampuan mengelola usaha, mulai dari literasi keuangan, pengelolaan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Jadi, selain mendapatkan tambahan modal jika menjadi nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM, kamu juga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan sehingga modal yang kamu peroleh bisa digunakan dengan lebih tepat.
Bagaimana Memilih Investasi yang Tepat untuk UMKM?
Seperti yang sudah disebutkan, kamu tidak harus mengikuti semua bentuk investasi di atas, tapi cukup pilih yang memang paling relevan dan kamu butuhkan untuk usahamu. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum mengambil keputusan:
Pertimbangan
Yang Perlu Kamu Tanyakan
Sesuai kebutuhan usaha
Apa kebutuhan atau masalah usaha yang ingin kamu atasi dengan investasi ini?
Memberikan manfaat
Apakah investasi ini bisa membantu meningkatkan penjualan, membuat pekerjaan lebih mudah, atau mengembangkan kemampuanmu?
Sesuai kemampuan dana
Apakah dana yang digunakan tidak mengganggu kebutuhan utama seperti bahan baku, operasional, dan modal kerja?
Menjadi prioritas
Apakah investasi ini lebih penting dilakukan sekarang dibandingkan kebutuhan usaha lainnya?
Bisa dikembangkan bertahap
Apakah kamu bisa memulainya dari skala kecil dan menambahnya setelah kebutuhan usaha semakin jelas?
Sebagai contoh, pesanan makananmu mulai bertambah, tetapi freezer yang kamu gunakan sudah tidak cukup untuk menyimpan stok. Dalam kondisi tersebut, membeli freezer baru akan membantu menambah kapasitas usahamu.
Namun, kalau produkmu masih sepi pembeli, dana untuk kebutuhan freezer tentu akan lebih berguna untuk kebutuhan usaha yang lain.
Hal yang sama berlaku untuk investasi teknologi. Kalau kamu sering membuat konten tetapi ponselmu sudah kehabisan penyimpanan atau kameranya kurang mendukung, membeli ponsel baru cukup relevan untuk kamu pertimbangkan.
Namun, kalau masalahmu justru belum bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan baik, kamu kemungkinan lebih perlu mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan.
Intinya, pilih investasi yang memang menjawab kebutuhan usahamu saat ini. Kamu tidak perlu melakukan semuanya sekaligus. Mulai dari yang paling dibutuhkan, pastikan kebutuhan operasional tetap aman, lalu tambahkan investasi lainnya ketika usaha sudah lebih siap.
Jika kamu ingin belajar lebih dalam tentang cara mengelola usaha, segera manfaatkan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM agar kamu bisa memperoleh modal sekaligus pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola modal tersebut.
Namun, penting untuk dicatat bahwa PNM tidak menyediakan layanan pinjaman online, baik itu lewat aplikasi maupun website.
Seluruh pengajuan pembiayaan dan pendaftaran hanya bisa dilakukan langsung di kantor unit PNM terdekat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembiayaan dan program pendampingan PNM, kunjungiwebsite resmi PNM atau hubungi call center PNM di 1500-654.