← Beranda
Kemendag Targetkan 1.500 Exhibitor pada TEI 2026
Dimas Choirul• Kamis, 1 Oktober 2026 | 01.22 WIB
Konferensi pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, di ICE BSD, Rabu (30/9)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 mencatat potensi transaksi hingga USD 17,5 miliar. Pameran dagang internasional itu akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, TEI tahun ini ditargetkan diikuti lebih dari 1.500 perusahaan sebagai peserta pameran atau exhibitor. Selain itu, Kemendag menargetkan 30.000 pengunjung dan 8.000 buyer dari berbagai negara.

"Mudah-mudahan bisa tercapai di penyelenggaraan Trade Expo tahun ini," kata Fajarini dalam konferensi pers TEI ke-41, Rabu (30/9).

Fajarini menjelaskan, TEI menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas pasar ekspor Indonesia. Pameran tersebut juga menjadi ruang bagi eksportir baru untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli dari berbagai negara tanpa harus terlebih dahulu melakukan promosi ke luar negeri.

"Jadi cukup dari Indonesia mereka sudah bisa langsung bertemu dengan buyer di seluruh dunia untuk mengenalkan dan menjual langsung," ujarnya.

Baca Juga: Pameran Internasional, Langkah Debindo untuk Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia

Bagi eksportir yang telah memiliki pasar ekspor, TEI juga menjadi kesempatan untuk memperluas tujuan pengiriman. Fajarini mencontohkan perusahaan yang selama ini telah mengekspor produknya ke kawasan Asia dapat mencari pasar baru di Eropa, Amerika, maupun kawasan lainnya melalui ajang tersebut.

TEI 2026 mengusung tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing". Menurut Fajarini, tema tersebut mencerminkan harapan pemerintah agar Indonesia semakin percaya diri menjadi salah satu sumber pasokan produk bagi pasar global.

"Sehingga ini kita berharap ke depan melalui Trade Expo Indonesia ini, Indonesia lebih confidence lagi menjadi sumber penyuplai dunia, ya. Kan lebih banyak lagi produk-produk yang dapat kita suplai untuk dunia," katanya.

Buyer dari 113 Negara
Dari sisi persiapan, jumlah buyer yang telah terdaftar hingga 30 September 2026 mencapai 6.597 orang. Buyer tersebut berasal dari 113 negara, dengan India, China, Nigeria, dan Malaysia menjadi empat negara dengan jumlah pendaftar terbanyak.

"Ini sudah terdaftar eh buyer-buyer tersebut berasal dari 113 negara," kata Fajarini.

Dia menyebut sekitar 5.000 buyer luar negeri telah terdaftar hingga akhir September. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sebelum TEI resmi dibuka pada 14 Oktober 2026.

"Nah, ini sampai dengan akhir tanggal 29... 30 September, 30 September ini sudah terdaftar 5.000-an eh buyer yang akan datang. Mudah-mudahan nanti pada saat 14 Oktober jumlahnya sudah bisa melampaui tahun lalu, ya. Kita harapkan seperti itu ya," ujarnya.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, TEI mencatat transaksi USD 22,83 miliar dengan 1.600 exhibitor dan 34.500 pengunjung. Produk dengan permintaan tertinggi saat itu antara lain mineral, minyak sawit, dan suku cadang.

Sementara itu, buyer terbanyak pada penyelenggaraan sebelumnya berasal dari Malaysia, China, India, Nigeria, dan Mesir.

Ada Pre-Business Matching
Fajarini mengatakan, salah satu pembaruan dalam TEI tahun ini adalah pelaksanaan pre-business matching. Program tersebut memungkinkan calon buyer dan exhibitor dipertemukan serta melakukan penjajakan bisnis sebelum pameran berlangsung.

"Jadi perbedaannya dengan tahun sebelumnya, eh kita sudah memiliki apa namanya, begitu para calon—eh bukan calon ya—exhibitor ini sudah mendaftar, ini sudah langsung kita sosialisasikan, kita infokan ke seluruh dunia dan sudah kita fasilitasi untuk pitching beberapa dalam satu bulan terakhir," jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, Kemendag berharap sebagian kesepakatan bisnis sudah dapat dicapai ketika pameran berlangsung sehingga dapat mendukung pencapaian target transaksi.

"Sehingga harapannya tentu nanti pada saat Trade Expo banyak yang sudah melakukan close deal, ya. Ini juga kita harapkan bisa eh meningkatkan hasil apa namanya, rekor transaksinya," katanya.

Selain pre-business matching, TEI ke-41 juga akan menghadirkan business matching, business counseling, forum bisnis, serta penandatanganan kesepakatan dagang.

Adapun produk yang ditampilkan akan terbagi dalam lima zona, yakni Food, Beverage and Agriculture Products; Manufactured Products; Industrial Estate; Fashion & Craft; serta Furniture & Home Decor.

Fajarini menilai rangkaian kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk bertemu langsung dengan buyer melalui pertemuan bisnis B2B yang telah dijadwalkan.

"Ini kita harapkan juga bisa dimanfaatkan oleh eh para exhibitor dengan sebaik-baiknya karena di acara business matching ini juga tentunya bisa dilakukan pertemuan B2B langsung dengan para buyer yang sudah terjadwal nantinya," pungkasnya.

 

 

Caption;

Konferensi pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, di ICE BSD, Rabu (30/9)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

EDITOR: Mohamad Nur Asikin