← Beranda
Status UMKM Ojol Masih Dibahas, Kementerian UMKM Buka Peluang Insentif
Nanda Prayoga• Jumat, 2 Oktober 2026 | 06.21 WIB
Staf Khusus Menteri UMKM, Hasby Muhammad Zamri (kiri). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Status pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga kini masih dalam proses pembahasan.

Di tengah pembahasan itu, Kementerian UMKM membuka peluang pemberian berbagai insentif bagi ojol apabila nantinya masuk dalam kategori tersebut.

Staf Khusus Menteri UMKM Hasby Muhammad Zamri mengatakan, pembahasan tersebut berkaitan dengan rencana menjadikan ojol sebagai mitra usaha, bukan sebagai tenaga kerja. 

Menurut dia, karakteristik pekerjaan ojol yang memiliki fleksibilitas dan menggunakan kendaraan serta biaya operasional sendiri dinilai sesuai dengan konsep pengusaha mikro.

Baca Juga: DPR Bahas RUU Ketenagakerjaan, Pengemudi Ojol Khawatir Kehilangan Fleksibilitas Jam Kerja

“Jadi gini, betul bahwa saat ini sedang masih dalam proses pembahasan di tingkat pusat, untuk teman-teman ojol ini dijadikan statusnya sebagai tetap mitra usaha,” kata Hasby dalam acara Kota Masa Depan #BeraniDigital yang diselenggarakan Grab di Cirebon, Rabu (1/10).

Dia menjelaskan, salah satu dukungan yang dapat dimanfaatkan ojol adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Fasilitas tersebut dapat digunakan apabila pengemudi membutuhkan pembiayaan untuk kebutuhan usaha, termasuk membeli motor maupun membantu anggota keluarga membuka usaha.

“Untuk insentifnya, kami dari Kementerian UMKM diamanahkan oleh Presiden, mengawal KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang nilainya salah satunya mencapai Rp 2.000 triliun,” ujarnya.

“Dan itu teman-teman bisa manfaatkan juga seandainya butuh kredit, entah itu untuk beli motor atau untuk istrinya di rumah mau buka usaha UMKM, mau dagang, mau macem-macem, mau apapun itu, itu bisa dimanfaatkan,” sambungnya.

Baca Juga: Jangan Tunggu Mesin Kasar, Ini Tanda Motor Ojol Harus Ganti Oli

Selain akses pembiayaan, Hasby mengatakan Kementerian UMKM juga dapat menjadi penghubung bila ada persoalan antara pengemudi ojol dengan aplikator yang belum menemukan titik temu.

“Kalau ada hal-hal yang bisa kami bantu, misalkan ada yang tidak sesuai atau ada unek-unek dari teman-teman ojol yang sekiranya perlu di-follow up oleh teman-teman aplikator, nah kami bisa menjadi jembatannya,” tutur Hasby.

Menurut dia, bentuk dukungan lainnya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.

Salah satu contoh yang disebut adalah fasilitasi pelatihan keselamatan berkendara atau safety riding melalui koordinasi dengan Korlantas.

“Nah kedepannya akan kita permak mungkin atau akan kita baguskan lagi teman-teman mitranya, mungkin ada insentif-insentif lain, nanti akan kita pikirkan sama-sama,” kata Hasby.

Baca Juga: Bahas RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, DPR Pastikan Serap Aspirasi Ojol

 

EDITOR: Bayu Putra