JawaPos.com - Penguatan konektivitas kargo udara menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung jaringan logistik internasional Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan angkutan barang melalui udara masih menghadapi tantangan di tengah kebutuhan konektivitas internasional yang terus berkembang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Agustus 2026 menunjukkan jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik sebanyak 395,9 ribu ton. Angka itu turun 12,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah penurunan tersebut, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, masih menjadi titik utama pergerakan barang melalui udara. BPS mencatat jumlah barang yang diangkut dari bandara tersebut mencapai 126,5 ribu ton atau 31,95 persen dari total barang yang diangkut secara nasional.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran bandara utama dalam menopang distribusi barang melalui jalur udara. Karena itu, penguatan layanan penanganan kargo menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga konektivitas logistik, terutama untuk jaringan penerbangan internasional.
Penguatan layanan tersebut dilakukan melalui kerja sama penanganan kargo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) oleh PT Gapura Angkasa dengan Turkish Cargo.
Kedua perusahaan resmi menandatangani perjanjian kerja sama di Istanbul pada 2 September 2026. Melalui perjanjian tersebut, Gapura Angkasa akan menyediakan layanan penanganan kargo bagi Turkish Cargo sesuai dengan ruang lingkup pelayanan, prosedur, dan standar operasional yang disepakati kedua pihak.
Chief Cargo Officer Turkish Airlines Ali Türk mengatakan Indonesia menjadi bagian penting dari jaringan kargo udara global. Menurut dia, kemitraan dalam penanganan kargo menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional.
“Kami berharap dapat terus mengembangkan kolaborasi kami,” ujar Ali dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/10).
Chief Executive Officer PT Gapura Angkasa Ichwan F. Agus mengatakan perkembangan industri penerbangan dan logistik membuka peluang untuk meningkatkan kesiapan operasional serta kualitas layanan.
“Kami melihat kelanjutannya pengembangan industri penerbangan dan logistik sebagai peluang untuk lebih meningkatkan kita kemampuan, kesiapan operasional, dan kualitas layanan, memungkinkan PT Gapura Angkasa untuk memberikan dukungan yang semakin andal sambil berkontribusi pada penguatan domestik dan internasional konektivitas kargo udara,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Commercial Officer PT Gapura Angkasa Denny Perdana Wirawan mengatakan penguatan layanan tersebut sejalan dengan perkembangan kebutuhan industri penerbangan dan logistik.
"Sejalan dengan lanskap penerbangan dan logistik yang terus berkembang, perusahaan terus meningkatkan kemampuannya kesiapan operasional dan kualitas layanan untuk menghadapi pelanggan yang semakin dinamis persyaratannya,” ujarnya.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi hubungan bisnis jangka panjang sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengembangan konektivitas kargo udara internasional.