← Beranda
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 %, Drajad Wibowo Fokus Garap Desil Bawah
Djati Waluyo• Kamis, 8 Oktober 2026 | 00.20 WIB
Drajad Wibowo (JPNN)

JawaPos.com - Sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo mengungkapkan telah mendapatkan sejumlah tugas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 persen.

Dalam menjalankan tugas barunya Drajad fokus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Khususnya kelompok kelas menengah bawah atau masyarakat pada desil rendah.

“Salah satunya adalah tugas saya itu mendorong ekonomi rakyat di desil-desil rendah dan menengah,” ujar Drajad kepada awak media di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10).

Ia mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat pada kelompok desil bawah akan menjadi salah satu fokus yang lebih banyak didorong Kemenko Perekonomian. Menurutnya, program tersebut memiliki cakupan penerima yang besar, mencapai puluhan juta masyarakat.

“Nah ini pertumbuhan di desil-desil bawah ini, ini yang akan lebih banyak didorong oleh Kemenko Perekonomian. Dan itu jumlahnya bukan hanya belasan juta, tapi puluhan juta. Nah ini akan lebih banyak didorong,” ujarnya.

 

Drajad mengatakan berbagai program pemberdayaan tersebut sebenarnya telah berjalan. Namun, pemerintah akan memperluas pelaksanaannya agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.

 

Salah satunya melalui program pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha. Dia menyebut Presiden Prabowo juga telah memberikan arahan untuk menurunkan bunga kredit Mekaar menjadi 8 persen.

 

“Kebetulan Presiden juga memberi arahan untuk misalkan untuk kredit bagi ibu-ibu, kredit Mekaar, bunganya diturunkan 8 persen. Nah ini kita suka perluas karena banyak sekali cerita sukses dari ibu-ibu itu di akar rumput. Dan saya bertemu dengan mereka cukup banyak,” ujarnya.

Dia mencontohkan salah satu penerima program pembiayaan tersebut yang ditemuinya di Palembang. Perempuan tersebut merupakan istri seorang tukang batu dan pada awalnya mendapatkan modal usaha sebesar Rp 2 juta.

Modal tersebut kemudian digunakan untuk membeli peralatan dan memulai usaha makanan. Dengan pendampingan serta kemauan untuk belajar, usaha tersebut berkembang hingga memiliki tiga gerai ayam geprek.

“Modalnya dipakai untuk beli alat penggorengan, beliau jualan gorengan, kemudian didampingi, diberdayakan, dibantu bagaimana proses produksinya, bagaimana ketika beliau melihat YouTube itu diimplementasikan. Sekarang itu beliau punya tiga gerai ayam geprek, tiga gerai ayam geprek dan menjadi vendor bagi instansi pemerintah kalau ada rapat-rapat. Anaknya sampai lulus sarjana ekonomi,” ucapnya.

 

EDITOR: Diar Candra