JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan melemah pada perdagangan Kamis (8/10), setelah ditutup menguat sebesar 12 poin menjadi Rp 17.887 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10).
"Untuk perdagangan (8/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.880 - Rp 17.930,” ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan yang diterima, Kamis (8/10).
Ibrahim mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri atau domestik.
Perhatian pasar salah satunya tertuju pada data yang diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) terkait dengan cadangan devisa Indonesia yang menurun.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 17.940, Imbas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
Berdasarkan pengumuman BI, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 sebesar USD 146,3 miliar.
Angka ini turun tipis sekitar US$200 juta dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2026 sebesar USD 146,5 miliar.
Perkembangan posisi cadangan devisa September 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
Posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp 17.960 per USD, Imbas Fluktuasi Stok BBM
Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai.
Serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dan bauran ekonomi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.