JawaPos.com – Setelah sempat menghadapi tekanan sepanjang September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan pembalikan arah (rebound) di awal Oktober dengan kenaikan 3,57 persen hingga 6 Oktober 2026.
Pembukaan IHSG pada perdagangan Kamis (8/10) menguat 27,08 poin (0,44%) ke level 6.173,80 dibanding penutupan Rabu (7/10) di level 6,146.
Sebelumnya, Astronacci telah memberikan update melalui program Mata Market tanggal 29 September yang lalu bahwa tekanan jual akan segera mereda dan turning point atau titik balik IHSG akan terjadi pada minggu pertama bulan Oktober ditandai dengan adanya false break di angka support 5,980.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat ke 6.231, Intip Rekomendasi Saham Teratas 8 Oktober 2026
Sesuai ekspektasi, IHSG menyentuh angka low 5,973 lalu langsung naik kembali (false break 5,980 terjadi). “Saat market merah, jangan panik, tapi bisa memanfaatkan peluang saat terjadi fase krusial di pasar,” tutup Dr. Gema, analisis asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, Founder Astronacci International.
Gema tetap optimis menyambut tren penguatan lanjutan pada Oktober ini. Menurutnya, dengan terbentuknya area bottoming ini, adanya gap atas yang telah diidentifikasi sebelumnya kini menjadi target penguatan berikutnya bagi IHSG.
Ia mengingatkan para investor bahwa momen koreksi pasar bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan peluang emas untuk mengumpulkan aset berkualitas, khususnya pada sektor-sektor unggulan seperti perbankan dan energi yang kini memimpin pergerakan rebound.