JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada pembukaan perdagangan Kamis (8/10) bergerak melemah 28 poin atau 0,16 persen menjadi Rp 17.915 per USD. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.866 per USD.
Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu ancaman serangan militer AS terhadap Iran.
“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah DXY, yield UST dan harga minyak mentah dunia yang kembali naik oleh ancaman serangan militer AS terhadap Iran,” ucapnya kepada Antara di Jakarta, Kamis.
Mengutip Sputnik, pemerintah AS dilaporkan meminta Departemen Perang menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran menjelang pemilu paruh waktu Kongres pada November.
Mengutip dua pejabat pemerintahan AS, The Atlantic melaporkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) sedang menyusun rencana tersebut, namun belum ada keputusan final mengenai kemungkinan serangan. Pembahasan mengenai cakupan dan tujuan serangan potensial juga masih berlangsung.
Laporan itu menyatakan langkah tersebut mencerminkan keinginan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan harga bensin dan mencapai kemajuan dalam konflik sebelum pemilu paruh waktu.
Pelemahan rupiah juga dipengaruhi rilis indeks kepercayaan konsumen September ini yang turut menurun dibandingkan bulan sebelumnya “Data yang menunjukkan penurunan pada indeks kepercayaan konsumen Indonesia dari 118,5 ke 118,1 ikut membebani rupiah,” kata Lukman.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 17.890 per USD dari sebelumnya Rp 17.880 per USD.