JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mencatat realisasi pendapatan negara mencapai Rp 2.341,5 triliun hingga 30 September 2026.
Ia menyebut, realisasi tersebut setara 74,2 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dan tumbuh 25,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Ini adalah kondisi yang sehat. Karena kalau kita lihat ya, pendapatan negara sampai dengan akhir September, 74,2 persen dari target APBN,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (9/10).
Suahasil mengatakan, dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan menyumbang Rp 1.847,7 triliun atau setara dengan 68,6 persen dari target APBN dan tumbuh 21,8 persen yoy.
Penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target, dengan pertumbuhan 24,1 persen yoy. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 240,1 triliun, setara 71,5 persen dari target dan tumbuh 8,5 persen yoy.
Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatat realisasi Rp 492,3 triliun. Jumlah tersebut mencapai 107,2 persen dari target APBN 2026 dan tumbuh 41,7 persen yoy.
Dengan capaian tersebut, realisasi PNBP telah melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2026. Adapun penerimaan perpajakan masih berada di bawah target tahunan jika dibandingkan dengan persentase realisasi yang disampaikan Kementerian Keuangan.
Belanja negara sampai dengan September 2026 sebesar Rp 2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 3.842,7 triliun.
Ia mengatakan capaian tersebut berada di jalur yang tepat jika dibandingkan dengan capaian yang terealisasi pada September tahun-tahun sebelumnya.
“Kita lihat tahun lalu aja deh, tahun lalu per 30 September baru belanja 61 persen, tahun ini per 30 September kita sudah belanja 69 persen,” ucapnya.
Suahasil mengatakan, pada tahun 2026 terjadi karena adanya percepatan belanja yang tengah dilakukan oleh pemerintah. Ia menyebut, percepatan tersebut dilakukan agar belanja tidak menumpuk di akhir periode atau pada bulan Desember.
Adapun, belanja negara hingga September 2026 terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.061,3 triliun yang terdiri dari belanja Kementerian atau Lembaga (KL) sebesar Rp 1.069,4 dan belanja Non KL sebesar Rp 991,9 triliun.
Selain itu, belanja negara juga berasal dari transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 599,2 triliun.
Baca Juga: Hitungan Menkeu Suahasil, Konsumsi RT Harus Tumbuh di Atas 5,4 Persen Agar PDB 6 Persen
Suahasil merinci, salah satu komponen belanja pemerintah pusat berasal dari belanja pegawai. Hingga September 2026, realisasi belanja pegawai tercatat sebesar Rp 287,7 triliun atau sekitar 80 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2026. (*)