JawaPos.com - Pemerintah menyiapkan konsep pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan jaringan gas (jargas) dan listrik berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Sejumlah kawasan industri, termasuk Maluku Utara, berpeluang menjadi lokasi percontohan program tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengatakan konsep tersebut dibahas bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan yang berlangsung produktif.
“Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (9/10).
Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengatakan pengembangan perumahan tersebut akan dilakukan melalui perencanaan sejak awal, termasuk dengan melibatkan investor di kawasan industri.
Menurut dia, konsep itu berpeluang menjadi terobosan dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan industri dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
Ia menilai, besarnya aktivitas industri dan kebutuhan tenaga kerja di wilayah tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan perumahan yang terencana. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan kajian dan regulasi untuk merealisasikan proyek percontohan di sejumlah kawasan.
“Dari situ saja kemarin itu ada banyak sekali apa namanya pekerja. Nah, bagaimana itu akan dimulai dengan percontohan,” ujar Maruarar.
Selain Maluku Utara, pemerintah juga mempertimbangkan kawasan industri di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi sebagai lokasi pengembangan perumahan.
Maruarar menyebut, salah satu proyek yang tengah disiapkan berada di Meikarta, Kabupaten Bekasi. Kawasan tersebut mendapatkan hibah lahan seluas 30 hektare dari Lippo Group.
Adapun pembangunan dan pembiayaan proyek tersebut direncanakan melibatkan Danantara, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Maruarar menyebut Rosan Roeslani dan Doni sebagai pihak yang terkait dengan rencana tersebut.
“Jadi kita memerlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan-percepatan soal perumahan ini,” ucapnya.