← Beranda
Akselerasi Pencapaian Target Iklim Nasional, ACEXI Luncurkan Inisiatif COPPER-ACE
Latu Ratri Mubyarsah• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21.19 WIB
ACEXI luncurkan inisiatif baru COPPER-ACE Initiative. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia (ACEXI) meluncurkan inisiatif baru COPPER-ACE Initiative (Collaborative Partnership Program for Emission Reduction and Advancement of Climate Ecosystems).

Langkah strategis ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan tiga tahun berdirinya ACEXI.

Inisiatif ini dirancang khusus untuk membangun ekosistem pengendalian perubahan iklim yang kuat dan transparan, serta untuk mempercepat tata kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia melalui pendekatan kolaborasi lintas sektor.  

Baca Juga: Pembiayaan Jadi Penyangga Keuangan Orang Tua Tunggal, Biaya Pendidikan Anak Tetap Terjaga

Peluncuran inisiatif ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan kunci meliputi pimpinan Kementerian Lingkungan Hidup, pimpinan PT Bursa Efek Indonesia, kalangan akademisi, serta belasan korporasi strategis yang telah tergabung dalam kemitraan tahap pertama.  

Ketua Umum ACEXI Lastyo Kuntoaji Lukito menegaskan, urgensi untuk menurunkan emisi karbon saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan bekerja sendiri-sendiri.

Dia menjelaskan, COPPER-ACE hadir sebagai wadah integratif yang berfungsi untuk menyelaraskan penguatan ekosistem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan secara bersama-sama.

Baca Juga: Perubahan Iklim Bisa Ganggu Kredit dan Pembiayaan, Ini Alasannya

”Inisiatif ini merupakan jawaban nyata dari ACEXI untuk menciptakan ekosistem penurunan emisi yang efektif sekaligus memastikan agar solusi iklim di Indonesia dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan melalui penguatan kapasitas ahli karbon domestic,” ujar Lastyo Kuntoaji Lukito.  

Penasihat Utama Menteri Kehutanan Edo Mahendra menyatakan, COPPER-ACE Initiative dapat berperan ibarat tembaga yang menjadi pengantar bagi para pemangku kepentingan agar bersinergi dalam meningkatkan Nilai Ekonomi Karbon nasional.

Terkait sektor Kehutanan Sosial, dia menekankan perlunya intervensi lebih lanjut dari ACEXI melalui peningkatan kapasitas (capacity building) dan berbagi pengetahuan agar masyarakat dapat dijadikan subjek utama dalam berbagai proyek karbon.  

Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Haryo Pambudi menjelaskan, ruang lingkup tata kelola NEK bertujuan untuk mendorong kesiapan sektoral, kesiapan proyek dan investasi.

”Selain itu juga menjadi kesiapan mekanisme perdagangan karbon. Ke depannya asosiasi-asosiasi perlu melakukan pemetaan profesi dan keahlian anggota untuk mendukung kolaborasi pengisian Annual Work Plan 2027,” kata Haryo Pambudi.

Dari sisi pengembangan pasar karbon, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyatakan kesiapan IDXCarbon mendukung dan berkolaborasi dengan ACEXI serta COPPER-ACE dalam memperkuat ekosistem pasar karbon di Indonesia.

Baca Juga: Pasokan LPG Ke Lombok Naik 200 Persen demi Dukung MotoGP Mandalika 2026

Dia berharap inisiatif ini dapat menjadi wadah yang mampu mempertemukan aspek keahlian (expertise) dengan kebutuhan industri, pengembang proyek dengan calon mitra, serta mempertemukan penawaran (supply) dengan permintaan (demand).  

Direktur Utama PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PLN EMI Henri Firdaus turut menyambut baik inisiatif ini sebagai platform kolaborasi antarinstitusi.

”Transisi menuju ekonomi rendah karbon sangat membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi profesi, dan masyarakat,” jelas Henri Firdaus.

Baca Juga: Bulog Tak Batasi Stok Beras untuk Kopdes Merah Putih

Sebagai tindak lanjut, ACEXI akan memfasilitasi pemetaan orientasi kegiatan para mitra untuk mengidentifikasi beragam peluang kegiatan kolaboratif yang dapat mempercepat terciptanya ekosistem tata kelola iklim yang kondusif.  

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah